Berita
Sekarung Beras yang Penuh Cinta untuk Warga Sungai Lakam Barat
28 Maret 2025Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan pembagian beras cinta kasih bagi warga Sungai Lakam Barat pada 23 Maret 2025. Ada 380 kepala keluarga menerima bantuan paket beras.
Menjalin Jodoh Baik
08 Juli 2015Selain melaksanakan pradaksina, juga diajarkan cara bersikap Anjali (merangkapkan tangan di depan dada), Samadhi (meditasi), dan memberi penghormatan. Masing-masing peserta menunjukkan sikap dan cara mereka masing-masing.
Suntikan Motivasi Relawan Misi Amal
01 Juli 2015 Melihat relawan misi amal di Tzu Chi Tanjung Balai Karimun yang terbilang hanya beberapa orang saja yang aktif tentu tidak mampu mengakomodir pasien-pasien kasus yang mengajukan bantuan ke Tzu Chi baik dalam melakukan survei maupun pendampingan, sementara itu banyak dari warga yang sangat membutuhkan uluran dari Tzu Chi terutama dalam bidang pengobatan.Semangat dalam Menimba Ilmu
01 Juli 2015 Banyak berbuat hal baik adalah cara untuk membalas budi orang tua. Dengan demikian, anak-anak dituntun untuk selalu berbuat baik kepada siapa saja dan dimana saja, demikian juga terhadap orang tua. Sikap seperti ini bisa tumbuh jika anak memiliki budi pekerti yang baik. Melihat pentingnya budi pekerti pada anak sejak dini, maka Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun secara rutin mengadakan kegiatan kelas budi pekerti. Pada bulan ini merupakan kelas yang terakhir tahun ajaran 2014-2015.Lebih Giat Belajar di Tzu Chi
29 Juni 2015 Terlihat beberapa Tzu You (calon Tzu Shao) yang tengah mengikuti kegiatan tersebut. Rupanya mereka anak-anak yang akan memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan siap untuk dilantik menjadi Tzu Shao. Sebanyak tujuh anak dilantik menjadi Tzu Shao yang disaksikan oleh 70 orang pada acara tersebut. Acara pun berjalan dengan lancar.Giat dan Bersatu Hati Menebar Cinta Kasih
10 Juni 2015Tanggal 5 Juni merupakan hari berdirinya Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Pada tahun 2015 ini Tzu Chi Tanjung Balai Karimun memperingati HUT ke-4 yang dirayakan pada hari Minggu, 7 Juni 2015. Sebanyak 85 relawan yang terdiri dari relawan komite 6 orang, biru putih 15 orang, abu putih 19 orang, Tzu Shao 24 orang, Xiao Tai Yang 13 orang, dan relawan kembang 8 orang turut merayakan peristiwa bersejarah ini.
Sikap Bakti Kepada Orang Tua
08 Juni 2015Seperti biasanya, anak-anak hadir membawa semangat untuk menimba ilmu di kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Jam 08.30 WIB semua anak memasuki ruangan sesuai kelompok masing-masing. Sebanyak 22 Xiao Tai Yang (anak kelas budi pekerti) mengikuti kegiatan yang dibuka oleh Lissa Mama.
Turut Bersumbangsih Bersama Tzu Shao
29 Mei 2015 Tzu Shao diajak untuk berkenalan antara yang satu dengan lainnya melalui permainan. Pada game ini, Tzu Shao diharapkan mengenal satu sama lain sehingga akan tercipta komunikasi yang baik. Apabila komunikasi sudah tercipta dengan baik maka akan mudah untuk memajukan organisasi tersebut karena komunikasi merupakan hal terpenting dalam setiap organisasi.Menyerap Dharma di Hari Penuh Berkah
15 Mei 2015Yayasan Buddha Tzu Chi di seluruh dunia setiap minggu kedua di bulan Mei merayakan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia. Tak terkecuali Tzu Chi Tanjung Balai Karimun yang juga mengadakan perayaan tiga hari besar tersebut pada Minggu, 10 Mei 2015 yang bertempat di halaman SMP Maha Bodhi Tanjung Balai Karimun.
Menjalankan Tanggung Jawab Bersama
07 Mei 2015Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Buddha menjadikan relawan tidak sedikit pun merasa patah semangat. Sebanyak 78 relawan mempersiapkan dengan baik, mulai dari cara berjalan hingga prosesi pemandian rupang.
Mendalami Budaya Humanis Tzu Chi
29 April 2015Pada pelatihan kali ini, tidak hanya relawan Abu Putih yang mengikuti pelatihan, namun relawan yang baru bergabung (relawan kembang) pun juga ikut. Sebanyak 67 relawan penuh semangat mengikuti pelatihan relawan untuk mengenal lebih dekat Tzu Chi.
Daur Ulang, Menjaga Kelestarian Bumi
21 April 2015
Semua Orang Adalah Keluarga
21 April 2015Pengetahuan sebagai bekal bagi relawan untuk mengembangkan misi Amal di Karimun. Yang terpenting dalam misi amal ini adalah kita harus bisa menganggap Gan En Hu seperti keluarga sendiri, sehingga kita bisa ikut merasakan masalah yang dialami dan membantu memecahkan masalah itu sama seperti keluarga kita sendiri.