‘’ Peduli Lingkungan, Karakter Anak Bangsa ‘’

Jurnalis : Irena Fanny Saragih ( Daai Tv), Fotografer : Amir tan (Tzu Chi Medan )
 
 

fotoMurid-murid Homeschooling Kak Seto beserta para orang tua sangat antusias mendengarkan penjelasan Relawan Tzu Chi tentang keadaan lingkungan saat in yang mulai rusak dan bagaimana cara untuk memperbaikinya

Salah satu misi Tzu Chi dalam upaya menyelamatkan bumi dari kerusakan yaitu dengan melakukan pelestarian lingkungan. Langkah nyata ini dapat kita lihat dengan berdirinya depo pelestarian lingkungan di beberapa daerah. Salah satunya adalah Kota Medan. Di Kota Medan telah berdiri 3 buah depo, yaitu Depo Pelestarian Lingkungan Cemara Asri, Depo Pelestarian Lingkungan Mandala ,dan yang terbaru Depo Pelestarian Lingkungan Titi Kuning. Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi ini merupakan tempat untuk mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai lagi untuk diperbaiki jika memungkinkan dan bila sudah rusak akan didaur ulang.

Misi Pelestarian Lingkungan Tzu Chi juga dapat bersinergi dengan misi Tzu Chi lainnya yakni misi pendidikan. Dalam misi pendidikan, para masyarakat umum diberikan pendidikan lingkungan hidup,  terutama pada anak-anak perlu dilakukan sejak usia dini. Hal ini dilakukan demi menanamkan kecintaan generasi muda terhadap lingkungan hidup. Selain itu, pendidikan tentang lingkungan juga bertujuan menumbuhkan kesadaran anak terhadap pelestarian lingkungan serta menyelamatkan bumi dari kehancuran. “Inilah tugas kita bersama supaya anak-anak lebih mau melestarikan lingkunganya. Saat ini kan kita lihat banyak seperti barang-barang yang sekali pakai. Itu botol-botol minuman apa semua jadi sudah merupakan tanggung jawab kita selaku relawan Yayasan Buddha  Tzu Chi  untuk menjalankan misi pelestarian lingkungan,” papar Shu Tjeng Shixiong, relawan Tzu chi.

Relawan Tzu Chi sering melakukan sosialisasi pelestarian lingkungan  dengan mendatangi sejumlah sekolah di Kota Medan. Tidak sedikit pula sekolah – sekolah yang berkunjung ke Tzu chi untuk belajar cara memilah sampah. seperti yang dilakukan murid – murid  Homeschooling Kak Seto Medan  pada tanggal 27 November mengunjungi Depo Pelestarian Lingkungan  Mandala. Program belajar di luar kelas ini merupakan rutinitas sekolah ini untuk mengenalkan dunia luar kepada anak didik. Dalam program kali ini, Homeschooling Kak Seto ini ingin mengenalkan rasa cinta lingkungan kepada anak-anak.   “Sebetulnya dari Home schooling kak Seto ini kan sudah punya program yaitu mereka mengadakan outing keluar sambil belajar gitu. Kenapa kita bulan ini memilih temanya daur ulang karena kita mengetahui bahwa bumi kita ini sudah mengalami suatu hal yang cukup boleh dikatakan mengerikan,” ujar Ridwan Gunawan, manajer homeschooling kak seto Medan.

Anak-anak dari Homeschooling ini diajarkan bagaimana Tzu Chi melakukan pemilahan sampah, sehingga dapat melestarikan lingkungan dan bermanfaat secara ekonomi. Selain mengenalkan anak-anak tentang pengolahan sampah yang dapat di daur ulang, dalam kegiatan ini anak-anak juga diberikan materi tentang lingkungan dan perubahan iklim yang terjadi saat ini. Bencana alam dan pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini, lebih banyak disebabkan oleh ketidakpedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Kegiatan ini saya rasa bagus ya untuk mengenalkan kepada anak-anak bahwa sampah itu bukanlah berarti sampah, sampah itu masih bisa digunakan lagi, bisa di daur ulang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan barang-barang yang mungkin bisa dipergunakan setelah di daur ulang,” ujar Lisa Syafrida, salah seorang orang tua murid yang turut hadir dalam acara ini.

foto   foto

Keterangan :

  • Relawan Tzu Chi mengenalkan anak-anak Homeschooling Kak Seto tentang jenis-jenis sampah yang dapat di daur ulang dan dimanfaatkan kembali (kiri).
  • Murid-murid Homeschooling Kak Seto dengan penuh antusias mengikuti kegiatan daur ulang di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Mandala (kanan).

Tzu chi mengajarkan rasa cinta lingkungan melalui lima hal yaitu re-think (menimbang ulang),  reduce (mengurangi penggunaan barang yang tidak perlu), re-use (menggunakan kembali barang-barang yg masih layak pakai), repair (memperbaiki barang-barang yang masih bisa digunakan) serta recycle (mendaur ulang). “Menurut saya bagus soalnya kita jadi lebih tahu tentang global warming, lalu tentang apa yang terjadi selama ini di bumi kita,”’ ungkap Alivia Rosalisa Roshady, salah seorang murid homeschooling kak seto.

Disamping menyadarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan agar bumi tetap terjaga, Tzu Chi juga mengajarkan bahwa dari kegiatan pelestarian lingkungan, kita bisa membantu masyarakat yang mengalami kesulitan. Sampah-sampah plastik yang dikumpulkan dapat diolah menjadi biji plastik yang kemudian dijadikan bahan untuk membuat pakaian dan juga selimut, yang nantinya dapat disalurkan kepada masyarakat maupun korban bencana alam yang membutuhkan.

Anak-anak dikenalkan tentang jenis-jenis sampah yang masih dapat dimanfatkan ataupun yang tidak dapat digunakan lagi. Anak-anak juga diajarkan bagaimana memproses sampah yang dapat didaur ulang sehingga dapat dijual kembali. Pengajaran yang dilakukan  diharapkan dapat diaplikasikan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

  
 

Artikel Terkait

Jalankan Puasa, Lakukan Donor Darah

Jalankan Puasa, Lakukan Donor Darah

07 September 2009
Dr Endang Pratiwi, seorang dokter dari PMI menjelaskan, “Tidak apa-apa. Aman-aman saja. (Donor darah) tidak mengganggu puasa dan tidak mengganggu kesehatan selama dia memenuhi syarat-syarat untuk donor.
Kasih Sayang dan Perhatian Kepada Anak Penyandang Disabilitas

Kasih Sayang dan Perhatian Kepada Anak Penyandang Disabilitas

09 Februari 2015
Pada tanggal 1 Februari 2015, relawan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Perwakilan Bandung melakukan kunjungan kasih ke Yayasan Aziziyah yang berada di Jl. Cagak, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Yayasan yang lebih dikenal dengan nama Yayasan Aziziyah Pacet ini memberikan pelayanan kepada anak – anak penyandang disabilitas dari keluarga yang kurang mampu. Sebanyak 7 relawan Tzu Chi termasuk 3 dokter Tzu Chi Medical International Medical Association (TIMA) Indonesia ikut serta dalam kunjungan tersebut.
Wujud Cinta Kasih kepada Sesama Melalui Donor Darah

Wujud Cinta Kasih kepada Sesama Melalui Donor Darah

24 Agustus 2018
Hari masih sangat pagi, suasana kota Biak masih lengang. Keramaian belum terlihat, namun relawan Tzu Chi Biak sudah bergegas mempersiapkan perlengkapan dalam rangka donor darah, Sabtu 11 Agustus 2018.
Meski sebutir tetesan air nampak tidak berarti, lambat laun akan memenuhi tempat penampungan besar.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -