“Satu Keluarga†Rasa Baru
Jurnalis : Cindy Kusuma, Fotografer : Cindy Kusuma Para santri dari pondok pesantren Nurul Iman mengaransemen ulang lagu “Satu Keluarga” khusus untuk acara peresmian Aula Jing Si, PIK, Jakarta Utara. |
| ||
Mereka adalah para santriwati berusia antara 16 - 20 tahun yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor. Sejak tahun 2003, pondok pesantren ini berjodoh dengan Tzu Chi. Tzu Chi memberikan bantuan beras cinta kasih, baksos kesehatan, dan pembangunan kembali gedung sekolah untuk belajar para santri. Hal ini merupakan perwujudan sumbangsih Tzu Chi yang tidak memandang perbedaan suku, agama, dan ras. Hingga kini, jalinan jodoh baik ini pun tidak pernah terputus. Para santriwati ini juga turut ambil bagian dalam rangkaian acara peresmian Aula Jing Si. Saat mengetahui rencana peresmian Aula Jing Si, mereka langsung mengaransemen ulang lagu “Satu Keluarga” dengan sentuhan Islami, sehingga lagu yang begitu sering didengar terasa segar dan unik. Sebanyak 57 orang santriwati membagi diri menjadi beberapa kelompok, ada yang menyanyi, memeragakan isyarat tangan, dan menabuh rebana. Semuanya dipersiapkan dengan kesungguhan hati. Hal ini terlihat dari setiap gerakan isyarat tangan yang tidak setengah-setengah dan tabuhan rebana yang penuh semangat. Alhasil, saat latihan di panggung besar, seluruh hadirin yang terpencar-pencar dan sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing, tanpa sadar perhatiannya tersedot ke panggung, terkesima akan keindahan harmoni suara yang tercipta. Beberapa penonton ada yang ikut menggerak-gerakkan tangannya di udara memeragakan isyarat tangan “Satu Keluarga”. Setelah selesai, semua hadirin bertepuk tangan dan tak hentinya memuji keindahannya. “Adik-adik, bagus sekali…, nanti kita akan ajak seluruh insan Tzu Chi yang datang pada hari itu untuk sama-sama memeragakan isyarat tangannya,” ujar Wen Yu Shijie yang berada di tengah-tengah penonton.
Keterangan :
Indah, santriwati yang menjadi koordinator tim menyampaikan, “Kita sudah hafal lagu ‘Satu Keluarga’. Untuk acara peresmian, kita khusus aransemen ulang lagu ini dengan rebana. Biasanya rebana dipakai untuk lagu-lagu Sholawat yang bernada Islami.” Indah juga berujar, mereka menghabiskan waktu 2 minggu untuk berlatih lagu ini, dengan didampingi oleh relawan senior Tzu Chi, Sinta Shijie dan Lien Chu Shijie, yang merupakan Ketua Kantor Perwakilan Tzu Chi Tangerang. Pertunjukkan ‘Satu Keluarga’ oleh para santriwati merupakan salah satu dari serangkaian pertunjukkan yang telah dipersiapkan oleh para insan Tzu Chi dalam menyambut rumah baru. Pepatah Tiongkok mengatakan, “lebih baik melihat sekali daripada mendengar seratus kali.” Insan Tzu Chi mengundang berbagai lapisan masyarakat untuk menghadiri peresmian rumah baru di Aula Jing Si, Pantai Indah Kapuk pada hari Minggu, 7 Oktober 2012 pukul 09.30 WIB. Datanglah dan jadilah saksi sejarah Tzu Chi Indonesia! | |||
Artikel Terkait
Selalu Bersyukur dan Tabah
16 Juli 2020Akibat kecelakaan yang dialaminya, impian Mastuti untuk memiliki rumah hilang, dan uang tabungan pun habis untuk membayar biaya pengobatan. Di saat terpuruk, relawan Tzu Chi hadir membantu memberikan bantuan biaya hidup untuk kebutuhan sehari-hari Mastuti dan keluarga, karena Dedi, sang suami tidak dapat bekerja karena harus menjaganya di rumah sakit.
Lima Ratus Paket Beras untuk Wilayah Pademangan, Jakarta Utara
29 Maret 2021Sebanyak 500 paket beras dan masker medis mulai dibagikan untuk wilayah Pademangan Jakarta Utara. Pembagian paket disalurkan melalui Kampung Tangguh wilayah binaan Polsek Jakarta Utara.