Aksi Nyata Bagi Bumi melalui Pelestarian Lingkungan

Jurnalis : Sphatika Winursita, Vincent Salimputra (He Qi Utara 2), Fotografer : Vincent Salimputra, Lestin Trisiati (He Qi Utara 2)

Sebelum gathering dimulai, terlihat relawan bertegur sapa dan berinteraksi dengan para Gan En Hu yang telah bersiap mengikuti acara.

Polusi udara yang sangat buruk di ibukota menjadi pembicaraan hangat dan ramai akhir-akhir ini. Komunitas relawan Tzu Chi di He Qi Utara 2 pada gathering Gan En Hu kali ini, Minggu 3 September juga mengangkat tema tentang peduli lingkungan dengan tajuk “Marilah Kita Mencintai Bumi dengan Suatu Tindakan yang Bisa Melindungi Dunia Ini”.

Dengan menyosialisasikan materi seputar kerusakan lingkungan dan dampak yang sudah timbul di sekeliling mereka, diharapkan ada perubahan sekecil apapun itu, yang dapat dimulai dari diri mereka sendiri serta lingkungan keluarga mereka. Pada gathering ini, ada sebanyak 42 penerima bantuan khusus Tzu Chi atau Gan En Hu yang hadir.

Dalam salah satu misi Tzu Chi, Misi Pelestarian Lingkungan, para relawan juga melatih diri mereka agar dapat memberikan kontribusi positif bagi bumi. Di Taiwan, para relawan yang sudah senior sangat senang saat berkegiatan mendaur ulang di depo karena mereka dapat berkumpul untuk bertukar cerita, bersosialisasi sekaligus melakukan hal yang bermanfaat.

The Hany memandu jalannya acara gathering sehingga dapat berjalan lancar dari awal hingga akhir.

Master Cheng Yen berkata bahwa Buddha mengajarkan kita untuk membimbing semua makhluk, bukan semata-mata mencari pencapaian pribadi. Ladang berkah terbuka bagi para relawan yang ingin memberi contoh kepada masyarakat umum yang tertarik mampir ke depo untuk mendaur ulang. Hal positif ini merupakan langkah kecil yang telah diinisiasi oleh Tzu Chi untuk mengawali perubahan.

Memberi Contoh Bagi Sesama
Seiring semakin parahnya perubahan iklim, Master Cheng Yen berpesan agar kita harus terus meningkatkan kesadaran lingkungan. Banyak orang yang malas untuk melakukan pelestarian lingkungan karena belum mengetahui caranya dan tidak memiliki teman. Mariana Mimi, seorang relawan di Indonesia, bahkan mulai melakukan daur ulang dan mengajak kerabat-kerabatnya dengan hanya menonton tayangan DaAi TV.

Willy dan Auliani menjelaskan materi pelestarian lingkungan.

Relawan Tzu Chi asal Sanxia, Taiwan, yang bernama Lin Zong-zhen, rela mendirikan titik pemilahan daur ulang, yang dapat menghimpun 30 hingga 40 relawan untuk bersumbangsih bagi Bumi. Menurut Master Cheng Yen, sesuatu yang disebut “sampah” bagi orang lain, bisa menjadi “sumber daya alam”. Sampah dapat diubah menjadi emas, bahwasanya bagaimana cara membuat orang mengerti bahwa sampah dapat memiliki nilai yang bermanfaat bagi dunia.

Dalam sesi sharing, Auliany dan Willy Hutama, dua relawan dari He Qi Utara 2, memulainya dengan menampilkan berbagai pemandangan alam yang indah di layar. Semua peserta yang hadir menjadi ikut merindukan bagaimana nikmatnya hidup beralaskan bumi yang hijau dan beratapkan langit yang cerah, tidak seperti di Jakarta saat ini. Hal ini merupakan dampak pencemaran lingkungan yang telah terjadi menahun dari masa ke masa dan harus segera diselesaikan.

Para Gan En Hu tampak antusias mendengarkan materi yang disampaikan dan berebut menjawab pertanyaan kuis yang diajukan oleh Kelly.

Tak hanya bagi manusia, semua makhluk hidup termasuk hewan dan tumbuhan pun ikut menderita. Seperti halnya biota laut, yang banyak terjerat sampah hasil ulah manusia yang tercela. Hal sederhana seperti membuang sampah sembarangan dan tidak pada tempatnya pun dapat membawa dampak besar. Tak hanya itu, lingkungan yang tercemar pun akan menjadi sarang penyakit.

Konsep 5R Pelestarian Lingkungan
Para Gan En Hu juga diberi tahu bahwa ada konsep 5R yang dapat mengubah pola pikir seseorang dalam kehidupan sehari-hari. 5R merupakan singkatan dari Rethink, Reduce, Repair, Reuse, Recycle. Untuk mengeksekusi tindakan yang terakhir, yaitu Recycle (daur ulang), dihimbau bagi semua orang mulai memisahkan sampah menjadi sampah organik, sampah anorganik serta barang daur ulang bersih dan dapat diterima di depo daur ulang Tzu Chi.

Dengan hati penuh rasa hormat dan cinta kasih yang murni tanpa pamrih, relawan membagikan bantuan kepada para Gan En Hu.

Kegiatan hari itu sangat bermanfaat baik bagi relawan maupun Gan En Hu yang ingin memulai hidup lebih baik dan bijak. Seperti yang pernah dikatakan oleh Jhonny Chandrina, relawan Tzu Chi, kita semua dapat menjadi contoh bagi yang belum tahu dan ingin belajar mengenai pelestarian lingkungan.

Sebagai penutup sharing, Auliany dan Willy membagikan kata-kata mutiara “Karena yakin maka kita bertindak. Karena bertindak, maka kita akan membawa perubahan. Karena perubahan, maka kita akan membawa harapan.” Semoga Bumi semakin membaik dan menyelaraskan 4 elemen, sehingga dunia ini terbebas dari bencana.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Tzu Chi Surabaya Menebar Kebaikan Melalui Bakti Sosial di Awal Tahun 2025

Tzu Chi Surabaya Menebar Kebaikan Melalui Bakti Sosial di Awal Tahun 2025

14 Januari 2025

Mengawali tahun 2025, Tzu Chi Surabaya mengadakan gathering Gan En Hu sekaligus melaksanakan bakti sosial yang meliputi kegiatan kesehatan dan pembagian paket sembako.

Sebuah Kebersamaan yang Mempererat Jalinan Keluarga

Sebuah Kebersamaan yang Mempererat Jalinan Keluarga

19 Desember 2024

Acara kepulangan Gan En Hu yang diadakan oleh relawan Tzu Chi Medan menghadirkan berbagai kegiatan penuh kasih, seperti pangkas rambut gratis, foto, hiburan, serta makan siang bersama, untuk mendekatkan relawan dan penerima bantuan. 

Sukacita Tahun Baru Bersama Penerima Bantuan

Sukacita Tahun Baru Bersama Penerima Bantuan

13 Januari 2016 Minggu pertama di awal tahun 2016 ini relawan Tzu Chi kembali mengadakan kegiatan pembagian bantuan kepada para penerima bantuan Tzu Chi (Gan En Hu). Selain melakukan pembagian bantuan, pada hari yang spesial ini relawan Tzu Chi mengadakan acara tahun baru dan sekaligus merayakan Hari Ibu, Maulid Nabi dan Natal bersama para Gan En Hu.
Dengan kasih sayang kita menghibur batin manusia yang terluka, dengan kasih sayang pula kita memulihkan luka yang dialami bumi.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -