Belajar Mengenal Diri Sendiri di Kelas Budi Pekerti

Jurnalis : Paulina (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun), Fotografer : Abdul Rahim, Arisman (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)

Kelas budi pekerti mengajarkan pendidikan moral dan pembentukan karakter anak sehingga menjadi generasi berbudi pekerti.

Setiap bulannya, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun rutin mengadakan kelas budi pekerti. Kelas ini mengajarkan pendidikan moral dan pembentukan karakter kepada anak.  Minggu, 12 Maret 2023, tepat pukul 09.00 WIB, sebanyak 20 siswa-siswi beserta orang tua mereka mengikuti kelas yang digelar di Lantai 2 Kantor Tzu Chi. Tema kali ini tentang mengenal diri sendiri yang dibawakan oleh Da Ai Mama, Susi dan Lissa.

“Apa itu mengenal diri sendiri? Kenapa harus mengenal diri sendiri? Bagaimana mengenal diri sendiri?” tanya Da Ai Mama kepada siswa-siswi.

Mengenal diri sendiri adalah kemampuan seseorang dalam memahami, mengerti dan menerima perasaan, pikiran, pengalaman serta nilai diri sendiri. Dengan mengenal diri sendiri barulah seseorang dapat mencintai diri sendiri apa adanya, menyadari kekurangan diri sendiri, lebih mengasihi diri sendiri, dan dapat berpikir tentang diri sendiri dalam artian tidak egois.

Da Ai Mama, yakni Susi dan Lissa membawakan materi tentang mengenal diri sendiri.

Para siswa bersungguh-sungguh melihat sebuah tayangan yang memiliki manfaat dan pelajaran untuk diterapkan di kehidupan sehari-harinya.

Upaya yang dilakukan untuk dapat mengenal diri sendiri adalah mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri. Lalu bersikap jujur pada diri sendiri, mendengarkan suara hati diri sendiri dan memahami apa yang kita kuasai.

Setelah mendengarkan materi, siswa-siswi diberikan sebuah tayangan yang menceritakan seorang murid yang memiliki bakat menggambar yang bagus. Akan tetapi ia memiliki sifat sombong yang membuat teman-temannya menjadi pesimis karena ia selalu menilai gambar teman-temannya tidak sebagus apa yang dia gambar.

Baik Da Ai Mama maupun siswa kelas budi pekerti begitu bahagia saat memainkan game.

Setelah mengetahui sifat muridnya yang tidak baik, gurunya pun memberikan nasihat kepada siswa-siswi-nya. “Lakukan sendiri terlebih dahulu, barulah bisa memberi pengaruh terhadap orang lain. Hendaknya  bersumbangsih dimulai dari diri kita, harus bersungguh hati akan tetapi sikap kita juga harus bisa diterima baik oleh orang lain. Untuk melakukan itu, pertama harus menjaga hati kita dengan baik.”

Dari tayangan tersebut, siswa-siswi kelas budi pekerti mendapat pelajaran mengenai pentingnya  punya value terhadap diri sendiri tetapi tidak boleh bersikap egois agar dapat rukun terhadap sesama. Setelah itu mereka pun bersama-sama bermain sebuah game yang menggunakan sebuah cermin untuk melihat ekspresi mereka masing-masing. Permainan tersebut mengajarkan mereka untuk mengerti bahwa ekspresi yang di dalam cermin juga mencerminkan ekspresi orang lain terhadap kita.

Kelas budi pekerti hari ini sungguh memberikan pelajaran penting untuk Rayden.

Tema kelas budi pekerti kali ini memberikan pelajaran berharga bagi para siswa untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang diungkapkan Rayden (12). “Dari materi hari ini saya dapat belajar mengenali perasaan saya, kekurangan saya, kelebihan diri saya sendiri, dan belajar dari video untuk tidak menjadi orang yang egois.”

Seperti Kata Perenungan Master Cheng Yen yang berbunyi “Mengasihi diri sendiri barulah bisa mengasih orang lain dengan tulus. Mengasihi orang dengan tulus baru akan dikasihi dan dihormati oleh orang lain.”

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Kebahagiaan Menyambut Hari Natal Bersama Tzu Chi Pekanbaru

Kebahagiaan Menyambut Hari Natal Bersama Tzu Chi Pekanbaru

30 Desember 2024
Kegiatan Natal Bersama di Tzu Chi Pekanbaru menghadirkan kebahagiaan melalui tayangan inspiratif, kuis, dan permainan. Merayakan momen spesial dengan belajar, berbagi kebaikan, dan mempererat ikatan satu sama lain.
Terus Menanam Benih Kebajikan

Terus Menanam Benih Kebajikan

10 Juli 2018
Anak-anak Kelas Budi Pekerti di Tzu Chi Bandung diajak untuk membuat celengan bambu dari barang yang sudah tak terpakai dan mengubahnya menjadi barang yang berguna. Para Xiao Pu Sa pun antusias menggambar pada kertas yang disediakan, nantinya kertas tersebut ditempel pada sisi celengan yang mereka buat.
Sepuluh Tahun Kelas Budi Pekerti : Ajarang Jing Si yang diterapkan dalam Keseharian

Sepuluh Tahun Kelas Budi Pekerti : Ajarang Jing Si yang diterapkan dalam Keseharian

28 Oktober 2015 Kamp Bimbingan Kelas Budi Pekerti Erdongban selama 2 hari (24-25 Oktober 2015) meninggalkan banyak kesan bagi murid-murid. Tidak hanya kesan, tetapi niat untuk berubah yang dimulai dari diri sendiri pun mulai terbentuk.
Menggunakan kekerasan hanya akan membesarkan masalah. Hati yang tenang dan sikap yang ramah baru benar-benar dapat menyelesaikan masalah.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -