Benih Cinta Kasih di Banda Aceh
Jurnalis : Leo Samuel Salim(Tzu Chi Medan) , Fotografer : Supandi (Tzu Chi Aceh)
|
| |
Pada pukul 19.30 WIB, acara dimulai dan sebanyak 120 orang undangan memenuhi ruangan. Tidak ada nuansa Imlek yang kental pada dekorasi ruangan karena relawan Tzu Chi hendak menunjukkan kesederhanaan serta hendak mengajak semua yang hadir untuk bersyukur telah melewati tahun 2011 dengan baik. Semenjak didirikannya Yayasan Buddha Tzu Chi di Hualien, Taiwan, sekarang Tzu Chi telah ada di 50 negara di dunia dan telah membantu 71 negara lainnya. Semua data ini dapat diketahui dari tayangan kilas balik Tzu Chi Internasional. Tidak membeda-bedakan latar belakang, dimana ada orang yang membutuhkan pertolongan, insan Tzu Chi akan berusaha untuk memberi bantuan. Bencana demi bencana terus terjadi demikian juga dengan kekacauan. Begitu banyak manusia yang terus diliputi oleh kegalauan hati. Sudah saatnya kita semua menenangkan diri, melakukan instrospeksi diri, dan bertobat, itulah sepenggal kutipan dari kata-kata Master Cheng Yen pada tayangan ceramah pemberkahan akhir tahun. Master Cheng Yen juga berpesan agar kita dapat hidup sederhana. Cukup kenyang 80% dan sisanya 20% bisa digunakan untuk menolong orang lain. Di sini Master Cheng Yen juga mengajak semua orang agar bervegetarian karena beban dunia ini semakin lama semakin berat. Dengan tidak mengonsumi daging sebenarnya manusia juga dapat hidup dengan baik, jadi mengapa harus melakukan pembunuhan dan mengonsumsinya? Master Cheng Yen juga mengatakan kepada kita semua bahwa pada saat kita dalam keadaan aman dan selamat, manfaatkanlah waktu yang ada untuk memerhatikan penderitaan di dunia ini yang diakibatkan oleh bencana alam maupun bencana yang disebabkan oleh ulah manusia sendiri.
Keterangan :
Jalinan jodoh Tzu Chi dengan Aceh sangat erat. Semua ini berawal dari bencana tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004. Sebagian besar relawan-relawan Tzu Chi Banda Aceh dulunya adalah penerima bantuan Tzu Chi. Sekarang kondisi mereka sudah jauh lebih baik dari waktu itu, tetapi hal ini bukan berarti mereka hanya berpangku tangan saja. Sekarang mereka telah bertekad untuk mengikuti langkah Master Cheng Yen dan berkomitmen untuk bersumbangsih di dalam masyarakat. Inilah wujud dari rasa syukur yang sebenarnya. Adalah Akien salah satu relawan yang dulunya pernah menerima bantuan dari Tzu Chi dan sekarang telah menjadi relawan. Setelah bergabung dengan Tzu Chi, begitu banyak hal-hal positif yang didapatnya, meski baru bergabung belum genap setahun. Akien yang dulunya adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang hanya menyibukkan diri untuk mengurus keluarga, sekarang dirinya telah bisa membagi cinta kasihnya untuk orang banyak. “Di Tzu Chi saya menemukan sebuah keluarga yang baru. Dulunya saya belum pernah berkenalan dengan shixiong-shijie di sini. Sekarang mereka adalah keluarga baru saya,” ungkapnya. Selain mendapatkan keluarga yang baru, Akien belajar bagaimana mengasah kesabaran, kebijaksanaan, keuletan, ketekunan, dan kewelasasihan. Akien juga aktif di kegiatan daur ulang, peduli kasus dan juga bervegetarian. Kesungguhan hati para relawan Tzu Chi Banda Aceh telah menggugah hati masyarakat sekitar. Akien dalam sharing-nya mengajak para undangan yang datang untuk ikut bergabung di keluarga besar Tzu Chi. Salah satu undangan yang hadir, Nora, mengatakan bahwa Tzu Chi adalah sebuah yayasan sosial yang sudah dikenal baik oleh masyarakat. Bantuannya tidak pernah berhenti, mulai dari pembangunan perumahan cinta kasih, bantuan sosial lainnya juga terus diberikan. “Sewaktu saya diundang untuk datang ke acara ini, saya langsung mengiyakannya karena Tzu Chi itu luar biasa,” tambahnya. Nora juga sangat tersentuh dengan sumbangsih yang diberikan oleh para relawan Tzu Chi yang tanpa pamrih memberikan bantuan kepada siapa saja yang membutuhkan. Nora juga terkesan akan kesatuan hati dari semua relawan dan berharap semangat seperti ini dapat terus berkembang dan tertanam dengan baik di setiap insan manusia sehingga terwujud kesatuan dan kedamaian. Jacky yang datang bersama Nora juga berpendapat sama. Jacky berpendapat apa yang dilontarkan oleh Master Cheng Yen mengenai setiap orang hendaknya berintrospeksi dan bertobat adalah benar dan harus segera dilaksanakan. Harapan Jacky semoga setiap orang dapat menjaga hati dan pikiran dan akhlaknya sehingga terwujud dunia yang lebih baik. Di sesi akhir setelah pembagian angpau pemberkahan Master Cheng Yen, semua diajak untuk melakukan doa bersama. Semoga hati dan pikiran manusia terjernihkan, semoga masyarakat aman dan sejahtera, serta dunia bebas dari bencana. Semua berharap agar Aceh senantiasa dalam keadaan damai dan dijauhkan dari bencana. |
Artikel Terkait

Waisak 2558 : Bersatu Hati Menggerakkan Roda Dharma
26 Mei 2014 Minggu kedua bulan Mei merupakan sebuah hari yang istimewa bagi para insan Tzu Chi di seluruh dunia. Karena pada hari inilah para insan Tzu Chi di seluruh dunia akan merayakan hari waisak, hari ibu internasional dan hari Tzu Chi Sedunia.Berbagi Kasih dengan Oma dan Opa di Senjarawi
26 April 2017Relawan Tzu Chi Bandung kembali melakukan kunjungan kasih ke Panti Wreda Senjarawi. Panti yang dihuni oleh 46 opa dan oma ini berlokasi di Jl. Jeruk No. 7 Bandung. Di sini, relawan memberikan pelayanan kepada opa dan oma sebagai wujud bakti dan kepedulian terhadap orang yang lebih tua.

Bantuan untuk Pembuatan Peti Jenazah Korban Covid-19
18 Juni 2021Membantu masyarakat yang keluarganya meninggal akibat Covid-19, Tzu Chi Padang memberikan 60 lembar triplek untuk pembuatan peti kepada Perkumpulan Sosial Katolik dan Pemakaman (PSKP) Santo Yusuf.