Berbagi Berkah Bersama Warga 13 Ilir Palembang

Jurnalis : Meity (Tzu Chi Palembang), Fotografer : Meity, Septepani, Jung fuk (Tzu Ching Palembang)

Sebelum membeli sembako, relawan terlebih dahulu memeriksa apakah warga 13 Ilir membawa kupon atau tidak.

Mampu melayani orang lain adalah lebih beruntung daripada orang yang menerima pelayanan orang

-Kata Perenungan Master Chen Yen –

Yayasan Buddha Tzu Chi Palembang menggelar bazar sembako murah bagi warga Kelurahan 13 Ilir Palembang. Bazar ini menyasar warga tidak mampu di lokasi bedah rumah (sebagai kampung binaan Tzu Chi) di Kelurahan 13 Ilir. Selain untuk meringankan beban warga di tengah naiknya harga sembako, bazar ini juga bertujuan mempererat silaturrahmi antar warga dan juga dengan para relawan.

Acara yang berlangsung pada 26 Juni 2016 ini digelar di SD Negeri 44, 13 Ilir dari pukul 09.00- 13.00 WIB. Warga berbondong-bondong  datang dengan membawa kupon yang telah diberikan beberapa hari sebelumnya. Agar bazar ini tepat sasaran, sebelumnya para relawan melakukan survei. Hasilnya, sebanyak 600 kupon dibagikan kepada warga yang tidak mampu.

Dengan kupon itu warga cukup membayar Rp 50.000 namun bisa membawa pulang paket sembako senilai hampir Rp 100.000. Paket sembako berisi tiga kilogram beras, satu botol kecap manis dan kecap asin, minyak goreng, gula pasir, sirup dan biskuit.

 

Relawan dengan ramah melayani warga yang antusias membeli sembako murah. Selain relawan Tzu Chi, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar karena andil dari muda-mudi Tzu Ching.

Warga diharuskan membawa kantong belanja sendiri untuk mendukung kegiatan Pelestarian Lingkungan.

Nana, seorang ibu rumah tangga mengaku sangat senang dan terbantu dengan adanya bazar ini.  “Alhamdulilah, Bazar ini cukup membantu dan memberi solusi kepada kami yang kurang mampu. Saya juga sekarang mengerti kalau kita harus mengurangi sampah plastik. Hari ini saya bawa kantong sendiri, memang jadi lebih praktis dan tak ada sampah berserakan,“ ungkap Nana yang selain senang dengan adanya bazar, ia mengaku sangat terkesan dengan keramahan para relawan.

Bazar yang digelar di Kelurahan 13 Ilir ini memang bukan sekedar untuk membantu warga. Namun bazar juga dimanfaatkan oleh relawan sebagai ajang mengedukasi kepada warga tentang pentingnya mencintai lingkungan. Langkah nyata yang bisa dilakukan warga dalam bazar ini salah satunya dengan membawa kantong belanja sendiri agar tak menambah sampah plastik baru.

Bazar murah ini merupakan sumbangan dari para donatur, distributor, dan pemilik toko. Sementara hasil penjualan dari bazar ini akan disalurkan ke rekening bedah rumah Tzu Chi untuk Pembangunan Rumah Cinta Kasih Tzu Chi di Kota Palembang. 

Meski cuaca cukup panas warga 13 Ilir, Palembang dengan tertib dan teratur mengantri untuk membeli sembako.

Suksesnya kegiatan bazar menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para relawan. Adapun jumlah relawan yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 45 orang. Koordinator kegiatan bazar, Melky, mengatakan dirinya banyak belajar dari kegiatan ini. “Saya melihat ini adalah ladang berkah dan tempat saya belajar. Namun yang terpenting adalah menjalin jodoh dengan semua relawan. Seperti kata Master “Kita harus menjalin jodoh dengan semua makhluk karena kebajikan tidak dapat dilakukan oleh satu orang tapi kita harus bergandengan tangan”. Di sini saya belajar manfaat berbagi dengan orang yang membutuhkan dan perasaan bahagia yang saya dapat setelah melihat warga mendapatkan sembako dengan perasaan bahagia sambil berucap xie – xie dengan tersenyum kepada kami, “ ungkap Melky.

Relawan lainnya, Fellyani Mulyani juga merasakan kebahagiaan itu. “Dalam kegiatan ini saya belajar bagaimana kita saling berbagi dan memberi yang sebelumnya belum pernah saya lihat. Apalagi dengan diadakan sembako murah ini dapat membantu orang yang membutuhkan  dan melihat senyuman mereka memberikan kebahagian tersendiri didalam diri, " ujarnya.

Fellyani menambahkan, dengan berbagi cinta kasih, seseorang akan menciptakan kehangatan batin di dalam diri sendiri maupun orang lain yang menerimanya. Dengan berbagi pula, seseorang akan menjadi pandai bersyukur.


Artikel Terkait

Menebar Cinta Kasih di Palembang Melalui Baksos Kesehatan

Menebar Cinta Kasih di Palembang Melalui Baksos Kesehatan

15 November 2023

Relawan Tzu Chi Palembang Xie Li Tamken mengadakan Pengobatan Umum di Kelenteng Wie Leng Keng, Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang. Bakti sosial ini berhasil melayani 400 orang.

Nasi Hangat untuk Mereka yang Membutuhkan

Nasi Hangat untuk Mereka yang Membutuhkan

22 Juni 2020

Relawan Tzu Chi Palembang membagikan 200 nasi kotak kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Posko Dapur Umum Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Sumsel. Sebelumnya relawan juga memberikan bantuan sembako untuk mendukung aktivitas di dapur umum.

Baksos Palembang:  “Mencuci Kaki Mama”

Baksos Palembang: “Mencuci Kaki Mama”

02 Mei 2011
Diana tidak merasa bagian mencuci kaki ini sebagai tugas dan beban. ”Kita melayani mereka yang kurang mampu, kita berikan pelayanan yang baik sekaligus kita juga melatih diri kita sendiri,” ungkap Diana. Ia pun mengenang masa lalunya yang hanya mendapat kesempatan sekali saja dalam seumur hidupnya mencuci kaki ibunya.
Luangkan sedikit ruang bagi diri sendiri dan orang lain, jangan selalu bersikukuh pada pendapat diri sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -