Butir-Butir Beras Cinta Kasih

Jurnalis : Nuraina (Tzu Chi Medan), Fotografer : Sutanto, Erik Wardi (Tzu Chi Tebing Tinggi), Amir (Tzu Chi Medan)
 
 

foto
Relawan juga sigap dalam membantu lansia atau ibu yang kesulitan dalam membawa beras.

Relawan Tzu Chi Tebing Tinggi kembali menyalur kan butiran beras Cinta Kasih kepada masyarakat yang kurang mampu. Pembagian dilakukan di kecamatan Rambutan dan kecamatan Tebing Tinggi, tepatnya di Yayasan Perguruan Ir Djuanda, jalan Thamrin No 125 Tebing Tinggi.

 

Wardi Shixiong, Ketua Kantor Penghubung Tzu Chi Tebing Tinggi menjelaskan jika kegiatan pembagian beras dilakukan untuk meringankan beban masyarakat prasejahtera (kurang mampu), mengingat keadaan ekonomi sekarang sangat sulit. Selain itu juga menginspirasi semua komunitas agar dapat menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu.
 
Dua minggu sebelum acara pembagian beras dilakukan, para relawan dibagi menjadi 35 kelompok dengan menggunakan motor melakukan survei dan sekaligus memberikan kupon beras kepada keluarga yang layak menerima bantuan beras. Untuk dapat sampai ke rumah yang dituju sungguh tidak mudah, karena akses jalan yang tidak memadai dan hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua. Walaupun demikian, tidak mengurangi semangat relawan untuk bisa sampai ke lokasi berdasarkan data yang diberikan kepala lingkungan (Kepling). Setelah semua kupon dibagikan, tanggal 27 Juli 2013, pukul 14.00 WIB, sebanyak 4.900 karung  @ 10 kg diangkut ke lokasi pembagian beras yaitu Sekolah Ir Djuanda dan sepanjang malam, beras dijaga oleh 2 orang relawan.

foto  foto

Keterangan :

  • Sebelum melakukan pembagian beras, para penerima bantuna dikumpulkan di aula sekolah untuk mendengar video Lentera kehidupan mengenai kehidupan relawn Tzu Chi Afrika (kiri).
  • seremonial penyerahan beras cinta kasih kepada penerima bantuan (kanan).

Keesokan harinya, tanggal 28 Juli 2013, pukul 08.00 WIB, warga mulai berdatangan dan disambut oleh senyuman indah yang terpancar dari wajah relawan. Masyarakat yang telah datang langsung diarahkan ke aula gedung sekolah untuk mengikuti acara seremonial oleh Walikota Tebing Tinggi, Bapak UZ Hasibuan. Acara pembagian beras dihadiri oleh Bapak Walikota, Kepala Detasemen B.Sat Brimob Poldasu, Ketua FKUB, Kepala RSUD dari kumpulan Pane, Ketua PMI Tebing Tinggi, Tokoh masyarakat dan Tokoh  Agama, Camat, Lurah, dan Kepling.

Pada pukul 09.00 WIB, acara pembagian beras secara resmi dibuka oleh Walikota, kemudian warga diajak menyimak ceramah Master Cheng Yen dan pemutaran beberapa video tentang kesulitan yang dialami masyarakat Afrika akibat bencana alam, dan peperangan. Melihat video ini, banyak orang yang terharu. Lalu relawan mempersembahkan isyarat tangan tentang bagaimana relawan menyebarkan cinta kasih, dan sebelum pembagian beras dimulai, terlebih dahulu melakukan doa bersama dengan dipimpin oleh tokoh agama.

foto  foto

Keterangan :

  • Menghibur seluruh penerima bantuan dengan mengajak ikut memeragakan gerakan isyarat tangan (kiri).
  • Dengan saling bahu membahu, relawan Tzu Chi mensukseskan acara pembagian beras ini (kanan).

Pembagian beras dibagi menjadi 2 sesi, untuk sesi pertama sebanyak 1.210 keluarga dan sesi kedua sebanyak 1.200 keluarga. Pelaksanaan pembagian beras berjalan dengan lancar, semua ini berkat kerja sama yang baik antara para relawan, aparat keamanan dan para sukarelawan. Acara  ini diikuti oleh 71 orang relawan:  Medan, Pematang Siantar, Kisaran dan Tebing Tinggi, 50 0rang personil dari kelurahan / kecamatan, 32 personil dari TNI / Kepolisian, dan sukarelawan sebanyak 93 orang. Diantara sukarelawan ada 7 orang yang berasal dari Laut Tador, dimana ketujuh orang ini adalah orang yang menerima bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi, mereka setiap hari Minggu ikut melakukan kegiatan pelestarian lingkungan.

Baik di sesi pertama maupun sesi kedua, para penerima bantuan diajak untuk ikut memperagakan isyarat tangan dengan lagu “Satu Keluarga”. Setelah itu, warga diarahkan untuk menerima bantuan beras. Sungguh luar biasa melihat antusias para relawan. Bila ada warga yang tua atau warga yang mempunyai kesulitan membawa beras, maka para relawan siap membantu membawakan berasnya sampai ke keluarganya yang menunggu di luar. Seperti ungkapan dari Ibu Rosliana (57), “ Saya sangat terharu dengan sifat prikemanusiaan dari relawan Yayasan Buddha Tzu Chi yang begitu bersemangat dan bekerja keras membagikan rezeki (beras cinta kasih) kepada kami warga yang kurang mampu dan saya juga merasakan rasa kekeluargaan dari para relawan yang tidak memandang suku, agama, derajat dan penampilan seorang individu”.

Setelah pembagian beras selesai, semua yang ikut berpartisipasi dalam acara berkumpul di aula sekolah untuk mengikuti sharing dengan aparat kelurahan, keamanan,  relawan dan sukarelawan. Menurut Bapak Manurung dari kepolisian, ia dan semua aparat sangat terkesan dengan cara yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. “Semuanya berjalan dengan lancar walaupun penerima bantuan begitu banyak tetapi tidak menimbulkan kerusuhan apalagi korban jiwa. Untuk itu saya berharap proses kegiatan hari ini bisa ditiru oleh komunitas lainnya,” harap Manurung.

  
 

Artikel Terkait

Bazar Amal Di Depo Soak, Palembang

Bazar Amal Di Depo Soak, Palembang

04 April 2023
Relawan Tzu Chi Palembang komunitas Xie Li Kemuning menggelar Bazar murah untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri pada 19 Maret 2023. 
Pascabanjir Jakarta: Bersyukur, Menghormati, dan Mencintai

Pascabanjir Jakarta: Bersyukur, Menghormati, dan Mencintai

06 Februari 2013 Para relawan pria dengan penuh semangat mengeluarkan beras dari ruang kelas yang dijadikan ruang logistik, dan menyusunnya dengan rapi di pos pembagian beras. Sedangkan, para relawan perempuan dengan berestafet mengeluarkan dan menyusun mie instan di pos pembagian mie instan.
Menularkan Semangat Berbagi dengan Celengan Bambu

Menularkan Semangat Berbagi dengan Celengan Bambu

13 Februari 2024

Relawan Xie Li Downstream Lampung melibatkan siswa sekolah, ibu-ibu PKK hingga Kepala Desa Rangai Tunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan dalam penuangan celengan bambu tuangramerame.

Kesuksesan terbesar dalam kehidupan manusia adalah bisa bangkit kembali dari kegagalan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -