Dukungan yang Menguatkan
Jurnalis : Noorizkha (He Qi Barat), Fotografer : Gaby, Merry C. (He Qi Barat)
Yayasan Buddha Tzu Chi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat bukan hanya dalam bentuk materi saja, tetapi juga dalam bentuk perhatian dan dukungan moral. Hal ini berdasarkan arahan dari pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen. Beliau pernah berkata bahwa beras yang dibagikan akan habis pada waktunya, namun cinta kasih yang melekat di dalamnya akan terus mengalir sepanjang masa. Hal ini mengandung makna bahwa materi dapat habis, tetapi cinta kasih yang didapat akan selalu terkenang dan dapat menular kepada orang lain. Hal ini pula yang melandasi adanya kunjungan kasih relawan kepada para penerima bantuan (Gan En Hu) pengobatan jangka panjang Tzu Chi. Secara rutin, relawan memantau kondisi kesehatan dan juga mental para gan en hu ini.
Seperti yang dilakukan relawan dari komunitas He Qi Barat pada tanggal 21 Februari 2016. Kegiatan yang rutin diadakan pada minggu ketiga setiap bulan ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Setelah mendengarkan ceramah Master Cheng Yen dan melakukan pembagian kelompok, sebanyak 56 relawan mengunjungi 11 orang Gan En Hu. Salah satunya adalah Dewi Susan. Ibu dua orang anak ini menderita luka bakar di sekujur tubuhnya. Kebocoran selang gas pada akhir tahun 2013 lalu mengakibatkan api menyambar tubuhnya hingga mengalami luka bakar sebesar 60%. Susan bercerita setelah tubuhnya terluka, ia tidak bisa beranjak dari tempat tidur dan bergerak bebas karena lukanya yang masih basah. Selain menghabiskan banyak biaya untuk pemulihan, Susan juga merasa sangat kesakitan.
Dewi Susan, pasien luka bakar yang bersemangat mengisi celengan bambu.
Johnny, relawan Tzu Chi yang mendampingi proses pengobatan Susan bercerita, saat bertemu dengan Susan pertama kali, kondisinya sangat memprihatinkan. Kini, kondisi Susan semakin membaik. Beliau dapat duduk dan dalam pemulihan untuk bisa berjalan. Relawan pun memberi semangat kepada Susan untuk terus berlatih menggerakan otot-ototnya. Susan pun menjadi bersemangat dan berjanji ingin menjadi relawan jika sudah pulih dan bisa bergerak bebas. Sebagai bukti tekadnya, di sudut kamarnya tersedia celengan bambu untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. “Tzu Chi telah membantu saya, jadi saya juga mau ikut membantu yang lain,” ujarnya bijak.
Setelah kembali dari rumah para Gan En Hu, para peserta diminta berbagi pengalaman kepada tim lain mengenai perkembangan pasien yang dikunjunginya. Salah satu relawan yang terlibat dalam kunjungan kali ini adalah Sofyan. Ia adalah salah satu Gan En Hu yang menderita tumor mata dan menjalani pengobatan hingga ke Taiwan. Kini Sofyan telah mandiri dan mau ikut menjadi relawan Tzu Chi. “Kunjungan kasih ini sangat penting karena dapat memberi semangat dan motivasi kepada pasien, seperti yang pernah saya alami dulu. Karena itulah saya juga ingin melakukan hal yang sama, memberikan dukungan dan semangat untuk pasien lain,” kata Sofyan.
Para relawan yang mengikuti kunjungan kasih ini dibagi menjadi beberapa tim.
Bertemu dan mendengar tekad para Gan En Hu seperti Susan dan Sofyan tentu sangat menyentuh hati. Kita dapat melihat secara nyata bagaimana cinta kasih dapat mengalir. Bukan hanya para Gan En Hu yang mendapatkan manfaat dari kunjungan kasih ini, tetapi para relawan pun sebenarnya mendapatkan pengalaman yang berharga dalam hidupnya, seperti rasa bersyukur karena memiliki tubuh yang sehat, dan juga kebahagiaan karena telah dapat membantu sesama yang membutuhkan.
Artikel Terkait
Menelisik Filosofi Celengan Bambu
19 Agustus 2015 Pada Senin, 4 Mei 2015, di Bank Sinar Mas Sorong, Papua Barat, insan Tzu Chi Sinar Mas mengajak para staf dan manajemen untuk ikut dalam menggalang dana melalui celengan bambu.
Bantuan di Kala Gagal Panen
10 Oktober 2014 Tzu Chi Tangerang kini kembali melakukan pembagian beras di wilayah berbeda. Target pembagian beras ini masih ditujukan bagi mereka yang membutuhkan di wilayah yang dilanda kekeringan dan gagal panen. Seperti kesempatan yang lalu, relawan masih menyisir wilayah perbatasan Tangerang dan Bogor.
Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-127 di Manokwari, Papua
05 Agustus 2019Untuk memberantas penyakit mata di wilayah Papua, Tzu Chi mengadakan Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-127 di Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandatjan, Papua Barat. Baksos yang diadakan pada 19-21 Juli 2019 ini ada 259 orang yang berhasil dioperasi. Pasien katarak 204 orang, dan pterygium sebanyak 55 orang pasien.