Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma menjelaskan bahwa nanti dalam proses pembangunan rumah, Tzu Chi Indonesia akan membayarkan biaya mengontrak warga. Hal ini disambut gembira oleh warga.
Jelang waktu berbuka puasa, jalanan di depan Kantor RW 012 Tanah Tinggi, Jakarta Pusat ramai dengan warga yang berbelanja takjil. Makin ramai lagi ketika rombongan relawan Tzu Chi, di antaranya Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma tiba. Tak berselang lama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait pun tiba.
Kehadiran mereka pada Sabtu sore itu, 8 Maret 2025 disambut hangat warga, terutama 28 warga yang merupakan calon penerima bantuan dari Program 500 Rumah Layak Huni dari Tzu Chi Indonesia. Pada Rabu, 12 Februari 2025 yang lalu sebanyak 10 warga, rumahnya telah disurvei oleh tim dari Tzu Chi Indonesia berupa pendataan dan pengukuran rumah.
Urun rembuk yang dipandu Menteri Maruarar ini berlangsung dalam suasana hangat. Camat Johar Baru, Ishran Prasetiawan hadir mendampingi warganya. Meski pembahasannya serius, sesekali tawa mengular.
Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait berterima kasih atas komitmen Tzu Chi dalam membantu masyarakat.
Tzu Chi awalnya mengusulkan pembangunan menggunakan model Konsolidasi Tanah Vertikal (KTV) seperti Rumah Cinta Damai Tanah Tinggi yang diresmikan pada 27 September 2024 lalu. Namun ke-28 warga, di titik ini masih menginginkan rumahnya direnovasi saja.
“Warga maunya rumahnya direnovasi ya kami ikutin. Di wilayah ini kan sudah dinyatakan 500 rumah, kalau tidak selesai (jumlah yang direnovasi tidak sampai 500 rumah -red) ya kita pindah (berlanjut di wilayah lain),” jelas Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma.
Uriptono bersyukur di bulan puasa ini mendapatkan berkah yang luar biasa berupa bantuan renovasi rumah.
Tentu ini merupakan sebuah tantangan karena renovasi tidak memecahkan masalah kepadatan di wilayah ini. Sebaliknya jika menggunakan model Konsolidasi Tanah Vertikal (KTV), otomatis akan dapat ruang terbuka hijau yang lebih besar.
Kata bijak mengatakan, di mana ada kemauan, di situ ada banyak jalan. Rupanya di last minute ada warga di RT 012 yang hendak menjual tanahnya seluas 185 meter persegi. Rencananya tim dari Tzu Chi akan melihatnya besok, Selasa, 11 Maret 2025.
“Ini kan ada tanah kosong, akan dibeli dan bangun rumah vertical. Jadi sisa tanah dari warga lainnya yang pindah itu akan jadi Ruang Terbuka Hijau (RTH),” tambah Sugianto Kusuma.
Kebahagiaan tampak di wajah warga, para relawan Tzu Chi, juga Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait.
Menteri Maruarar menegaskan jika keinginan warga memang sudah bulat untuk renovasi, maka pemerintah akan mendengarkan. Dalam kesempatan ini, Maruarar juga berterima kasih atas komitmen yang teguh dari Tzu Chi untuk membantu masyarakat memiliki taraf hidup yang lebih baik.
“Jadi kami gotong royong seperti arahan Presiden Prabowo, gotong royong membangun dan merenovasi rumah. Nah inilah bentuk gotong royongnya, ada masyarakat yang bantu, ada Yayasan Buddha Tzu Chi yang bantu, ada Ibu Dirjen, Pak Lurah, Pak Camat. Semoga apa yang bagus dari program ini bisa diikuti oleh pengusaha lainnya, mari kita berlomba-lomba membuat hal yang baik bagi rakyat kita yang masih banyak yang belum punya rumah atau juga yang punya tapi tidak layak supaya bisa direnovasi,” pungkas Maruarar.
Editor: Hadi Pranoto