Jing Si Talk: Bertobat dalam Kasih

Jurnalis : Dina (He Qi Utara), Fotografer : Dina (He Qi Utara)
 
 

fotoWen Yu Shijie membawakan tema “Mengapa Harus Bertobat?" kepada 80 peserta dalam acara Jing Si Talk di Jing Si Books and Cafe Pluit Jakarta Utara pada tanggal 15 Mei 2011.

Mengapa kita harus bertobat merupakan sharing yang dibagikan oleh Wen Yu Shijie pada Jing Si Talk, Minggu 15 Mei 2011 di Jing Si Book & Café Pluit, Jakarta Utara. Wen Yu Shijie merupakan relawan komite Tzu Chi Indonesia yang pertama. Bertepatan dengan hari raya Waisak dan memasuki tahun ke-45 dari Tzu Chi, Wen Yu Shijie mengajak semua insan Tzu Chi untuk lebih mendalami lagi Dharma Master Chen Yen, yaitu melakukan pertobatan besar.

 

 

Yang dimaksud bertobat di sini adalah menyesali kesalahan yang telah diperbuat dan memperbaiki diri serta melakukan instropeksi dari segala macam kekotoran batin dengan mendalami Dharma Master Cheng Yen. Wen Yu Shijie menuturkan setiap manusia terikat pada dosa karma sehingga menimbulkan kebencian serta dendam di hati. Hati adalah segalanya, yang dapat melahirkan masalah serta dapat menyelesaikan masalah, maka insafi dan binalah  hati. Selain itu kata Wen Yu Shijie, Master Cheng Yen mengajarkan untuk selalu melakukan kebajikan. Lihatlah setiap orang dari sisi yang positif agar dapat menjadi manusia yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat, serta dapat menciptkan karma baik. Wen Yu shijie juga mengatakan, “Dharma Master Cheng Yen mengingatkan bahwa kita berpijak pada langit dan bumi yang sama jadi kita merupakan saudara, tanpa membeda-bedakan suku bangsa, kebajikan maupun kebaikan harus diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan memberikan bantuan kecil maupun besar dapat menjalin jodoh baik dengan setiap orang serta dapat menwujudkan hubungan yang harmonis antar sesama, karena dengan cinta kasihlah dendam dan kebencian dapat di hapuskan di dunia ini.”

“Semakin berkembang zaman, kebutuhan konsumtif manusia semakin banyak,” kata Wen Yu Shijie. Saat ini 4 unsur alam tidaklah harmonis, hal ini disebabkan oleh manusia yang melakukan exploitasi terhadap sumber daya alam yang dapat merusak bumi. Manusia dan bumi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Pada Jing Si Talk kali ini para peserta yang hadir di berikan tayangan yang menggambarkan bagaimana manusia di muka bumi ini merusak alam, salah satu hal yang dilakukan adalah dengan pembabatan hutan untuk dijadikan lahan peternakan, padahal di belahan bumi yang lain banyak manusia yang menderita kelaparan. Tanggung jawab kelangsungan bumi ini ada di tangan kita, dan salah satu cara untuk menyelamatkan dan mencintai bumi yang bisa dilakukan adalah dengan bervegetarian.

foto  foto

Keterangan :

  • Sebanyak 80 relawan hadir dalam Jing Si Talk yang dibawakan oleh Wen Yu Shijie pada tanggal 15 Mei 2011. (kiri)
  • Sebagai penutup acara, para peserta diajak berdoa bagi bumi ini, dan peserta pun beranjali berdoa dalam lagu “Berdoa” yang syahdu. (kanan)

Menghargai Setiap Bentuk Kehidupan
Dengan bervegetarian kita mewujudkan kasih kepada semua mahkluk di bumi ini. Sharing kali ini juga diberikan tayangan yang mengambarkan bagaimana seekor anak ayam yang masih berumur 1 bulan untuk dipilih mana yang jantan dan mana yang betina, karena ayam jantan tidak dapat menghasilkan telur, maka ayam jantan dimasukkan ke tempat penggilingan untuk di jadikan makanan. Selain itu ditayangkan pula bagaimana seekor sapi perah betina yang di pisahkan dari anaknya untuk diperah susunya dengan mesin hingga kesakitan. “Sebenarnya menurut anatomi manusia, manusia bukanlah mahkluk yang mengonsumsi hewan dan susu karena usus manusia 11 kali lipat lebih panjang dari tinggi badan, manusia lebih cocok dalam mengonsumsi sayuran dan kacang-kacangan,” tutur Wen Yu Shijie.

Hargailah setiap bentuk kehidupan dengan cinta kasih dan kearifan. Master Cheng Yen mengajarkan kita untuk bertobat dengan tulus serta mendalami dan memasukkan dharma ke hati. Jika dharma telah masuk ke dalam hati maka akan terpancarkan hati kasih dan welas asih sehingga kehidupan akan harmonis selaras dengan alam semesta dan mahkluk hidup lainnya serta dunia bebas dari bencana.

 

 

  
 

Artikel Terkait

Berbagi untuk Saudara di Sentani

Berbagi untuk Saudara di Sentani

27 Maret 2019
Sabtu 16 Maret 2019 malam, hujan deras membasahi Kota Sentani, Jayapura, Papua. Beberapa jam kemudian terdengar berita bahwa telah terjadi banjir bandang dan air pasang yang melanda kota sentani. Bencana ini mengakibatkan 63 orang meninggal dan sekitar 6 ribu warga mengungsi (Data dari Posko Induk Gunung Merah, 17 Maret 2019)
Menyadari Ketidakkekalan Hidup untuk Membangkitkan Semangat Bersumbangsih

Menyadari Ketidakkekalan Hidup untuk Membangkitkan Semangat Bersumbangsih

26 Juni 2024

Bedah Buku Xie Li Bogor kali ini menelaah tayangan Master Bercerita berjudul Tikus Hitam dan Tikus Putih. Cerita ini menggambarkan bahwa ketidakkekalan hidup bagaikan malam dan siang hari yang silih berganti.

Sukacita dan Rasa Syukur dalam Kemeriahan PAT di Tzu Chi Palembang

Sukacita dan Rasa Syukur dalam Kemeriahan PAT di Tzu Chi Palembang

07 Februari 2024

Semarak relawan diiringi lagu selamat datang menyambut kedatangan 361 tamu undangan saat menghadiri Pemberkahan Akhir Tahun di Tzu Chi Palembang.

Kekuatan akan menjadi besar bila kebajikan dilakukan bersama-sama; berkah yang diperoleh akan menjadi besar pula.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -