Jumat Bersih dan Olah TOGA jadi Sajian Takjil

Jurnalis : Hani Juwita Sari (Tzu Chi Cabang Sinar Mas) , Fotografer : Dokumentasi Xie Li Kalimantan Timur 1
Relawan bersama warga menggelar Jumat Bersih di sekitar tempat tinggalnya.

Bulan Ramadan dimanfaatkan relawan Tzu Chi di Xie Li Kalimantan Timur 1 di Unit Muara Wahau Mill melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar. Kegiatan Jumat Bersih ini selain untuk menjaga kebersihan lingkungan juga untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan.

Sejak pagi, para relawan bersama membersihkan jalanan, taman, dan area umum di perumahan karyawan. Mereka menyapu dedaunan, mengumpulkan sampah, dan merapikan lokasi toga Muara Wahau Mill, agar lebih asri dan nyaman. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga disertai edukasi mengenai pelestarian tanaman obat keluarga (TOGA), sebuah inisiatif yang bertujuan memanfaatkan tanaman herbal sebagai sumber kesehatan alami bagi masyarakat.

"Ini bukan hanya tentang kebersihan fisik, tapi juga kebersihan hati. Kami percaya bahwa lingkungan yang bersih mencerminkan hati yang bersih dan niat yang baik. Apalagi sekarang bulan Ramadan," ujar Naswa, relawan yang dengan antusias mengikuti kegiatan ini.

Relawan juga merapikan tanaman obat keluarga yang berada di perumahan karyawan.

Seorang relawan memanen Bawang Dayak untuk diolah menjadi puding.

Para relawan juga mengolah hasil TOGA. Kali ini mereka membuat puding dengan bahan dasar Bawang Dayak dan pandan. Bawang Dayak dikenal memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, sementara pandan memberikan aroma harum yang menggugah selera. Puding ini tidak hanya menjadi contoh pemanfaatan hasil TOGA, tapi juga menjadi sajian takjil yang dibagikan kepada ibu-ibu sebagai bentuk kasih sayang dan kebersamaan dalam bulan yang penuh berkah ini.

"Kami ingin mengedukasi ibu-ibu di sini bahwa tanaman toga yang kita tanam bisa diolah menjadi makanan yang lezat dan bermanfaat bagi kesehatan. Dengan begitu kita bisa lebih tahu khasiat tumbuhan di sekitar kita yang berfungsi untuk menjaga kesehatan keluarga," ungkap Ernawati, salah satu relawan yang membuat resep puding Bawang Dayak.

Suasana semakin hangat saat puding telah selesai diolah dan dibagikan sebagai takjil berbuka puasa. "Alhamdulillah, takjil ini sangat bermanfaat bagi kesehataan dan kami semakin merasa bersyukur bisa mendapatkan pelajaran baru untuk pengolahan toga yang bukan hanya sehat tapi juga lezat, " kata Feri, penerima takjil dengan penuh syukur.

Puding olahan Bawang Dayak.

Relawan memperlihatkan hasil olahan Bawang Dayak yang dijadikan takjil berbuka puasa.

Dari kegiatan ini, kita dapat merenungkan betapa berharganya waktu dan kesempatan yang ada. Sebagaimana Kata Perenungan Master Cheng Yen: “Manfaatkanlah waktu dengan baik dan hargai kesempatan yang ada. Kita semua hendaknya bersikap saling bersyukur, menghargai, dan mengasihi antar sesama.”

Dengan memanfaatkan waktu secara positif, para relawan telah menciptakan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi bersih-bersih, tapi juga simbol kepedulian, kebersamaan, dan rasa syukur atas kesempatan untuk berbagi dan berbuat baik. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi orang lain untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan serta memanfaatkan tanaman obat keluarga demi kesejahteraan bersama.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Jumat Bersih dan Olah TOGA jadi Sajian Takjil

Jumat Bersih dan Olah TOGA jadi Sajian Takjil

14 Maret 2025

Para relawan di Xie Li Kalimantan Timur 1 Unit Muara Wahau Mill menggelar Jumat Bersih sekaligus mengolah tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi takjil. Kali ini membuat puding dengan bahan dasar Bawang Dayak dan pandan.

Setiap manusia pada dasarnya berhati Bodhisatwa, juga memiliki semangat dan kekuatan yang sama dengan Bodhisatwa.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -