Melatih Kepekaan Melestarikan Lingkungan
Jurnalis : Himawan Susanto, Fotografer : Himawan Susanto
|
| |
Mengenal Sampah Karena pemilahan ini menjadi yang pertama bagi mereka berdua, maka tak heran jika awalnya mereka pun ragu-ragu dalam mengambil kertas-kertas yang hendak dikumpulkan. Ragu-ragu karena mereka tidak terbiasa dengan kecoa. “Engga takut sih sebenernya, cuma geli aja,” ungkap Vera sambil tersenyum. Meski begitu, mereka pun tetap bertemu dengan kecoa saat mengambil kertas-kertas yang akan dimasukkan ke dalam kantong plastik. “Sempet ketemu kecoa, tidak geli karena sudah dimasukin ke dalam plastiknya. Berani, karena tidak megang langsung,” kata mereka berdua kompak. Samuel, seorang siswa kelas 1 dari SMP Budi Mulia yang ikut dalam pemilahan sampah juga mengatakan, ia merasa warga Jakarta itu bak (tempat sampah-red) sampahnya banyak sekali. Padahal jika dipikir sekilas, ia merasa tidaklah sebanyak itu. Dari presentasi lingkungan yang disampaikan ia pun mengambil sebuah kesimpulan bahwa kita harus menjaga kelestarian lingkungan. “Melatih kita melestarikan lingkungan agar Jakarta makin bersih,” tandasnya.
Ket : - Sebuah pertunjukan bahasa isyarat tangan ditampilkan oleh siswa-siswi SD, SMP, dan SMK Cinta Kasih Tzu Chi kepada para siswa dan siswi SMP Santo Yoseph Jakarta dan SMP Budi Mulia. (kiri) Kolaborasi Tiga Sekolah “Coba hitung, kalau sekali istirahat 250 anak membeli makanan dan minuman maka sudah 500 kantung plastik yang digunakan. Kalau istirahatnya 2 kali sudah 1000 kantung plastik. Itu dalam sehari, coba dikali 6 hari saja, sudah berapa banyak kantung plastik yang dipakai dan terbuang. Sementara untuk mendaur ulang kantung plastik dibutuhkan waktu yang sangat lama,” jelas Eko, salah satu guru Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi. Siswa-siswi peserta kunjungan ini pun lantas mengganggukkan kepala pertanda mengerti dan memahami apa yang telah disampaikan. Di akhir kunjungan, Sigit, salah satu perwakilan dari SMP Budi Mulia mengucapkan terima kasih karena kedatangan mereka dilayani begitu baik. “Ini menjadi pengalaman yang berharga karena bisa diterapkan di sekolah dan di rumah. Dari pengalaman hari ini kami menjadi terbuka,” paparnya.
Ket : - Tumpukan sampah yang menggunung yang ada di hadapan siswa-siswi SMP Budi Mulia ini seakan berkata kepada mereka betapa banyaknya sampah yang telah dihasilkan oleh perilaku kita sehari-hari. (kiri). Dalam kesempatan itu, ia juga mengaku terkesan dengan cara mencuci tangan yang dicontohkan oleh siswa-siswi Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi. “Saya terkesan dengan cara mencuci tangan diperagakan, sedikit sekali memakai air. Berbeda dengan di Budi Mulia, jika mereka pipis air keran yang keluar sama derasnya dengan air pipis mereka,” kata Sigit. Mendengar gurauan tersebut siswa-siswi Budi Mulia pun tertawa. Sementara itu, Jerry, guru dari SMP Santo Yoseph mengatakan hari ini mereka sudah banyak belajar dari pemilahan sampah. “Jika selama ini kita menjadi orang yang membuang sampah. Hari ini kita belajar merawat sampah. Sehingga baiklah kita mulai terbuka hatinya dan menjadi lebih rendah hati,” ungkapnya. Ia pun juga mengucapkan terima kasih karena dengan adanya kunjungan hari ini, anak-anak dapat lebih peduli akan pentingnya pelestarian lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa sampah itu juga berguna. “Semoga dengan belajar di Tzu Chi kita bisa mengerti bahwa sampah bisa bermanfaat,” ungkapnya. “Saya kira lingkungan Budi Mulia dan Santo Yoseph sama, jika kita bekerjasama (saya) rasa Mangga Besar akan bersih,” ajaknya kepada seluruh siswa-siswi yang kemudian disambut tepuk tangan meriah semua peserta. Sebelum meninggalkan Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, Jerry mewakili kedua sekolah memberikan plakat pertanda ungkapan terima kasih kepada Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, dan tanda persaudaraan di antara ketiga sekolah. Usai belajar memilah sampah, para siswa dan siswi pun kini memahami betapa kelestarian lingkungan perlu dijaga demi anak cucu dan generasi mendatang.
| ||
Artikel Terkait
Menebar Cinta Kasih Melalui Kelas Budi Pekerti
12 September 2018Pengembangan nilai-nilai pekerti yang baik harus ditanamkan sejak usia dini. Seperti pada Kelas Budi Pekerti yang digelar Tzu Chi Bandung kali ini, Minggu 9 September 2018 yang memberikan materi tentang mengasihi dan membantu orang lain.
Bermain Bersama Anak-anak Luar Biasa
03 Mei 2019Lebih dari 60 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Kasih Bunda, Tambora, Jakarta Barat bersukacita dan riang gembira menyambut relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pusat yang datang ke sekolah mereka. Apalagi relawan membawa sesuatu untuk bermain bersama. Wah.. sambutan langsung sangat meriah ketika relawan membocorkan agenda kedatangan mereka.
Perhatian untuk Sekolah SMP Negeri 10 Satu Atap
26 Februari 2025Komunitas relawan Tzu Chi di Xie Li Ketapang 2 mendukung perbaikan fasilitas ruang kelas SMP Negeri 10 Satu Atap (Satap) Manis Mata di Desa Kelampai, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.








Sitemap