Sebanyak 156 relawan mengikuti Training Abu Putih II yang digelar di Tzu Chi Center, PIK, Minggu 16 Maret 2025.
Tzu Chi Center di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara menjadi saksi bisu bagaimana semangat dan tekad para relawan Tzu Chi berseragam abu putih berkumpul dalam pelatihan relawan, Minggu 16 Maret 2025. Pelatihan Abu Putih yang ke-2 ini diselenggarakan oleh komunitas He Qi PIK dan He Qi Muara Karang, Bertemakan Mempertahankan Tekad Awal untuk Membawa Manfaat bagi Dunia, acara ini bukan sekadar pelatihan, tapi sebuah perjalanan spiritual yang mendalam bagi setiap peserta.
Dalam suasana penuh harapan, Dora membuka acara sebagai MC, memancarkan keceriaan yang menghidupkan suasana pelatihan. Ia mengenalkan budaya humanis Tzu Chi yang menjadi landasan perjalanan ini dengan prinsip; Bersyukur (Gan En), Menghormati (Zhun Zong), dan Mengasihi (Ai). Dengan penekanan pada cara berjalan, cara duduk, dan penampilan yang baik, Dora mengajak para relawan untuk mencerminkan semangat Tzu Chi dalam keseharian mereka.
Dora dengan semangat membawakan materi tentang budaya humanis Tzu Chi.
Yessie dan Kasun dengan penuh kasih membawa materi dan praktik untuk kegiatan amal, menyebarkan kebaikan dan harapan kepada mereka yang membutuhkan.
Materi mendalam tentang kisah Master Cheng Yen dan prinsip-prinsipnya disampaikan oleh Erli. Ia mengungkapkan perjalanan inspiratif Master Cheng Yen dan prinsip-prinsip yang mengilhami pendirian Tzu Chi: ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kesungguhan hati. Prinsip-prinsip ini menuntun setiap relawan untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga menghayati makna sejati dari pengabdian yang tulus.
"Master Cheng Yen mengharapkan kita meneruskan estafet misi mulia ini," tegas Erli. Ia mengajak peserta untuk merenungkan sejauh mana mereka siap melanjutkan perjalanan ini sebagai Bodhisatwa.
Pelatihan ini bertambah menyentuh saat Yessie dan Kasun mengangkat tema misi amal yang merupakan fondasi Tzu Chi. Mereka mengajak para relawan untuk terlibat langsung dalam penanganan kasus nyata, seperti kisah Ibu Warti, seorang janda berusia 60 tahun dengan lima anak yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Diterangi dengan empati, semua relawan sepakat untuk membantu, dan dengan mengolah barang-barang sumbangan untuk renovasi rumahnya, mereka menghadirkan harapan baru di tengah kesulitan.
Materi tentang Galang Hati dan Galang Dana yang dibawakan oleh Shelly Widjaja menekankan pentingnya menjalin hubungan baik dengan donatur serta menumbuhkan karma baik melalui tindakan nyata. Momen haru terasa ketika Wineca Yosiana, seorang relawan baru, berbagi kisah bagaimana drama tentang bakti kepada orang tua menggerakkan hatinya untuk bergabung. “Di Tzu Chi, saya belajar arti cinta kasih dan kontribusi yang tulus,” ungkapnya penuh rasa syukur.
Para relawan senior dari komunitas He Qi Muara Karang dan He Qi PIK memperagakan Isyarat Tangan lagu berjudul Ci Bei De Bu Fa.
Ng Tjai Phin menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan semangat baru bagi para relawan.
Acara ini semakin berkesan saat tim Isyarat Tangan mempersembahkan isyarat tangan yang menyentuh, diiringi dengan lagu "Ci Bei De Bu Fa" yang menggambarkan jejak langkah welas asih Tzu Chi. Setiap langkah yang diambil oleh relawan adalah ungkapan kepedulian yang tulus untuk membantu sesama tanpa pamrih.
Ng Tjai Phin, dalam penutupan acara menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat membangkitkan semangat baru bagi para relawan terutama yang baru bergabung. "Semoga kita bisa memperpanjang barisan insan Tzu Chi dan menjadi Bodhisatwa di dunia, memberikan manfaat yang tidak terhingga kepada sesama," ucapnya dengan penuh pengharapan.
Pelatihan ini bukan hanya tentang belajar, ini adalah sebuah transformasi, sebuah panggilan untuk menghadapi dunia dengan hati yang penuh cinta dan penuh kebajikan. Di sinilah, semangat abu putih berkilau, siap meneruskan misi mulia Tzu Chi.
Editor: Khusnul Khotimah