Memupuk Budi Pekerti Luhur Sejak Dini.
Jurnalis : Imelda (Relawan Tzu Chi Surabaya), Fotografer : Hari Tedjo (Relawan Tzu Chi Surabaya)|
|
| ||
Dalam kelas Budi Pekerti, anak-anak diajarkan tentang nilai-nilai budi pekerti luhur seperti tata krama, sopan santun, toleransi, berbakti, kejujuran dan cinta kasih. Untuk memudahkan penyampaian pesan budi pekerti bagi anak-anak, pelaksanaan pengajaran dilakukan dengan puppet show (pertunjukan boneka tangan), yang mengisahkan tentang teladan tata krama dan sopan santun bagi anak-anak. Sekitar 20 orang anak dengan cakupan usia 6 – 12 tahun hadir bersama orang tua mereka untuk mengikuti kelas budi pekerti ini. Sebagian anak-anak yang hadir adalah putra dan putri para relawan juga putra-putri dari para Zhao Gu Hu (Penerima bantuan dari Tzu Chi). Yang unik adalah, pendidikan budi pekerti ini juga merupakan pendidikan bagi orang tua dalam mendidik anak. Diharapkan orang tua juga memperhatikan pendidikan moral dan budi pekerti bagi putra-putrinya. Mengingat di jaman yang modern ini, pendidikan lebih diarahkan pada ilmu pengetahuan semata.
Keterangan :
Ming Fong Shijie, penanggung jawab kelas Budi Pekerti Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya mengungkapkan harapannya agar kelas Budi Pekerti ini dapat terus berkembang dan dari sini kita dapat belajar, dan mendapat pengalaman yang lebih banyak dalam pendidikan anak. Untuk menarik minat anak-anak dalam pengajaran budaya humanis Tzu Chi, pelaksanaan kelas Budi Pekerti ini juga dilengkapi dengan games permainan perkenalan anak-anak, untuk saling berkenalan satu sama lain dan juga pembelajaran bahasa isyarat tangan (shou yu) sebagai salah satu budaya humanis Tzu Chi. | |||
Artikel Terkait
Berbagi Cerita Berbagi Cinta
10 Juni 2014 Minggu, 1 Juni 2014, He qi Pusat kembali melakukan kegiatan pembagian bantuan bagi para penerima bantuan. Kegiatan ini dihadiri oleh 94 gan en hu dan 56 anak asuh. Kegiatan ini juga dibantu oleh 43 relawan He Qi Pusat.
Perhatian Relawan Kepada Para Penerima Bantuan Tzu Chi
07 September 2022Para relawan Tzu Chi di Bekasi, Jawa Barat begitu perhatian kepada para Gan En Hu yakni penerima bantuan Tzu Chi jangka panjang di wilayah tersebut. Pagi itu, Denasari beserta empat relawan lainnya mengunjungi Sara (41) yang belum lama kehilangan anak sulungnya, Yehezkiel dalam usia 11 tahun.
Baksos Kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Iman: Membalas Budi dengan Turut Bersumbangsih
30 Desember 2024Tzu Chi Tangerang kembali mengadakan baksos kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Iman. Ada alumni pesantren yang telah menjadi perawat dan bergabung dalam barisan Tim Medis Tzu Chi.








Sitemap