Dokter Maxsteven Simbolon tampak melayani salah satu warga yang terdampak kebakaran. Tampak dedikasi relawan saat melayani warga di penampungan sementara hingga malam hari.
“Jika di dalam kehidupan terdapat cinta kasih, bisa bersatu hati dan saling membantu, maka hidup tidak akan terasa kesepian”
(Kata Perenungan Master Cheng Yen)
Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan sembako dan pakaian layak pakai pada Senin (17/3/25), relawan Tzu Chi di Xie Li Kutai Barat kembali mendatangi Kampung Sempant, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur pada Kamis (20/3/25). Warga Kampung Sempant baru saja terdampak musibah kebakaran pada Minggu (16/3/25). Kedatangan relawan untuk kali kedua ini untuk memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan umum untuk warga yang tinggal di penampungan sementara.
“Sehari setelah musibah kebakaran, kami segera ke lokasi untuk memberikan bantuan logistik berupa paket sembako dan juga pakaian layak pakai. Dan setelah dari sana kami berpikir untuk melanjutkan bantuan pemeriksaan kesehatan juga. Apalagi warga yang tinggal di penampungan sementara kelihatan agak menurun kesehatannya. Musibah ini tentu berat untuk mereka apalagi di tengah ibadah puasa, tentu bukan yang mudah bagi mereka,” ujar Muhamad Harun, Ketua Xie Li Kutai Barat.
Jalan menuju Kantor Kecamatan Damai yang menjadi titik kumpul relawan.
Sebanyak 35 relawan bergegas menuju lokasi untuk bakti sosial. Perjalanan menuju lokasi cukup menantang. Kondisi jalan berlumpur akibat hujan yang mengguyur sepanjang hari. Dan setelah berkendara selama tiga jam, relawan sampai di Kantor Kecamatan Damai. Dari titik ini, relawan memutuskan untuk membagi dua tim. Tim pertama menaiki ketinting (perahu kecil) dengan menyusuri sungai selama 30 menit. Sementara tim dokter dan tenaga kesehatan yang membawa alat kesehatan, obat-obatan, dan bantuan sembako menempuh jalur darat selama 1,5 jam.
Tim relawan yang melanjutkan perjalanan dengan ketinting (perahu kecil) melalui jalur sungai.
Setibanya di lokasi, para relawan disambut antusias warga yang telah menunggu di posko sementara. Posko ini disediakan oleh petinggi Kampung Sempant, Mikanis. Meskipun rumahnya ikut hangus terbakar, ia riang hati sigap membantu relawan. Ia juga memfasilitasi lokasi untuk bakti sosial bagi warga Kampung Sempant yang sudah lima hari tinggal di tempat pengungsian.
Dari hasil pemeriksaan dr. Elyas Santosa Silalahi dan dr. Maxsteven Simbolon, penyakit yang banyak diderita warga adalah tekanan darah tinggi akibat kurang tidur dan beban pikiran. Selain itu gula darah, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan nyeri badan akibat kelelahan. Para relawan dengan penuh kesabaran dan ketulusan hati melayani setiap pasien yang datang di sela ibadah Ramadan. Warga yang dilayani sebanyak 52 pasien terdiri dari lansia, dewasa, dan anak-anak.
Relawan mendata warga yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Warga di sini secara umum kesehatannya cukup baik. Hanya kebanyakan kurang tidur dan punya beban pikiran karena rumahnya terbakar. Semoga bantuan yang kita berikan bisa membantu memulihkan kehidupan mereka,” ujar dr. Elyas Santosa Silalahi.
Severa, Sekretaris Kecamatan Damai sangat mengapresiasi pemeriksaan kesehatan yang dilakukan relawan. “Mewakili warga terutama yang sedang terkena musibah, saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan perhatian yang dilakukan relawan semua. Semoga ini bisa membantu mereka dalam melalui musibah ini,” tuturnya.
Proses pemeriksaan kesehatan yang dipimpin dr. Elyas Santosa Silalahi dan dr. Maxsteven Simbolon.
Perhatian dan pendampingan yang dilakukan relawan menjadi wujud nyata praktik cinta kasih untuk sesama, tanpa membedakan.
Editor: Khusnul Khotimah