Mewariskan Semangat Cinta Pelestarian Lingkungan

Jurnalis : Liani (Tzu Chi Medan), Fotografer : Liani (Tzu Chi Medan)

Tony Honkley, Koordinator Bidang Pelestarian Lingkungan He Qi Jati memberikan sosialisasi dan kuis berhadiah kepada siswa SMP Methodist - 6 yang telah berkunjung ke Depo Pelestarian Lingkungan Titi Kuning Medan.

Depo Pelestarian Lingkungan Titi Kuning Medan Jln. Brigjend Hamid gg. Damai Indah No. 8 Medan mendapat kunjungan dari murid Yayasan Pendidikan GMI Jemaat Gloria, SMP Methodist - 6 Medan, Minggu, 19 April 2024. Para siswa SMP kelas 8 tersebut diajak ke Depo Pelestarian Lingkungan Titi Kuning untuk belajar mengetahui lebih mendalam bagaimana cara mengelola sampah yang baik dengan daur ulang, serta mengembangkan sikap cinta alam sejak dini.

Kegiatan ini dikuti oleh 17 relawan dan siswa sekolah 78 orang serta guru pendamping 5 orang. Para siswa dibagi menjadi 5 grup dan dibagi menjadi 2 sesi yaitu sesi kelas teori dan praktik memilah barang daur ulang di depo.

Tristan Jaya (kiri) sangat senang dapat praktek langsung melakukan pemilahan botol plastik. Turut merasakan apa yang telah di lakukan relawan Tzu Chi dalam melakukan barang daur ulang dengan dipandu relawan Yong Yong.

Tony Honkley, Koordinator Bidang Pelestarian Lingkungan He Qi Jati Medan menyambut hal ini dengan baik dan turut memberikan sosialisasi pelestarian lingkungan kepada para siswa dan guru. Ia menjelaskan bahwa kondisi Bumi dan lingkungan semakin hari semakin memprihatinkan dan menjadi masalah yang sangat serius, perlu ada gerakan perubahan untuk merawat dan menyelamatkan Bumi. Melalui pendidikan, harapan untuk membuat Bumi menjadi lebih asri dan mewariskan Bumi yang lebih baik ke anak cucu.

“Harapannya setelah mengikuti sosialisasi bisa tergerak untuk sama-sama menjadi pahlawan Bumi, perubahan pada diri sendiri, dan berharap bisa berdampak kepada keluarga dari para siswa yang hadir, seperti mulai memisahkan barang barang yang masih bisa di recycle dan bersih dari asalnya untuk disumbangkan ke Yayasan Buddha Tzu Chi,” tutur Tony Honkley.

Selain Tony Honkley, ada pula Sani Husiana yang mensosialisasikan sekilas tentang sejarah Tzu Chi dan pentingnya pelestarian dan peduli lingkungan, juga menjelaskan konsep 5R (Rethink, Reduce, Repair, Reuse, Recycle).

Siswa dan guru juga diajak berkunjung ke toko daur ulang yang ada di Depo Titikuning. Ada siswa yang juga membeli barang daur ulang yang dipajang di sana dan ikut berdonasi.

Bumi telah memberikan kita banyak berkah dan sumber daya alam sudah selayaknya kita harus turut menjaga dan merawat bumi dengan melakukan pelestarian lingkungan melalui konsep 5R yang bisa dimulai dari diri kita sendiri dan lingkungan sekolah,” kata Sani, “jadi kami hari ini saling membagi informasi dan pengetahuan bagaimana cara melestarikan lingkungan dan mengurangi sampah dengan menghindari pemakaian barang sekali pakai, bagaimana mengelola sampah melalui daur ulang dan pemilahan sampah.”

Mereka yang Mendapat Manfaat
Guru bidang studi matematika dan Walikelas 8 SMP Swasta Methodist - 6, Jahya Martuah Purba, sangat bersyukur atas kunjungan ini.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, yang telah membuka pintu kepada kita untuk melihat secara langsung bagaimana cara mempraktikkan menjaga lingkungan, kami bersyukur karena anak-anak bisa memperoleh ilmu yang sangat banyak. Semoga Tzu Chi bisa menginsipirasi lebih banyak orang, siswa dan warga sehingga bisa ikut melestarikan lingkungan sehingga bumi dan lingkungan yang kita tempati ini bisa berkembang dengan baik,” ungkap Jahya Martuah Purba.

Natasia dengan dipandu Sani Husiana (kanan), mengaku banyak mendapat wawasan setelah mengikuti sosialisasi pelestarian lingkungan.

Salah satu siswi Natasia (13) mengaku mendapat manfaat setelah mengikuti kegiatan sosialisasi dan praktik langsung pemilahan barang daur ulang di depo. “Saya mengikuti kegiatan daur ulang Tzu Chi dan saya mendapat banyak pelajaran seperti mengolah sampah dari botol plastik dan semakin paham konsep 5R Tzu Chi dan mendapat hadiah dari kuis 5R ini,” ucap Natasia.

Sehari-harinya, Natasia dan keluarganya sudah menerapkan pemilahan sampah plastik. Selain itu, ia kerap memilah baju layak pakai untuk didonasikan kepada yang kurang mampu. Ia pun kerap membeli baju bekas (thrifting) karena kondisi masih bagus dan dapat digunakan, serta dibeli dengan harga yang lebih murah. Satu sisi menghemat biaya, juga bisa memperpanjang pemakaian usia barang.

“Tekad saya selalu berpikir kenapa sampah ini terus menumpuk seperti gunung. Saya ingin membuat gunung sampah itu semakin berkurang. Semoga semakin banyak orang yang bisa memberikan barang yang tidak pakai ke Tzu Chi agar bisa diolah lagi dan terus memperhatikan konsep 5R. Yang penting adalah harus rethink dulu sebelum membeli barang, yaitu paham juga apa itu kebutuhan atau keinginan sehingga tidak menimbulkan sampah baru,” ungkap Natasia.

Siswanto, perwakilan sekolah Methodist - 6 menyerahkan suvenir kepada Aini Lidjaja, Wakil He Qi Jati setelah kegiatan selesai.

Di penghujung acara Suwinto, perwakilan SMP Swasta Methodist - 6 memberikan suvenir kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah memberikan kesempatan kepada siswa dan guru untuk berkunjung dan belajar untuk pelestarian lingkungan. Relawan berharap semoga semakin banyak yang sadar akan perlunya pelestarian lingkungan. “Ayo bersama-sama menjadi pahlawan pelindung Bumi,” tegas relawan.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Berbagi Semangat Pelestarian Lingkungan

Berbagi Semangat Pelestarian Lingkungan

31 Juli 2015 Dalam kegiatan ini, meski Tzu Chi tidak terlibat langsung dalam bakti sosial kesehatan, relawan Tzu Chi dengan sepenuh hati menggarap ladang berkah yakni berbagi semangat tentang pelestarian lingkungan.
Kelas Budi Pekerti Selatpanjang Mengenalkan Pelestarian Lingkungan

Kelas Budi Pekerti Selatpanjang Mengenalkan Pelestarian Lingkungan

22 November 2024

Relawan Tzu Chi Selat Panjang pada Minggu, 10 November 2024 untuk kali pertama mengajak Kelas Budi pekerti ke Depo Pendidikan Daur Ulang Tzu Chi di Jalan Banglas. Ada 27 orang siswa-siswi kelas Budi Pekerti ini.

Menuju Indonesia Emas, Menggapai Indonesia Bersih

Menuju Indonesia Emas, Menggapai Indonesia Bersih

01 Agustus 2024

Bertepatan dengan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah di MIS Nurul Huda, Tzu Chi  Tanjung Balai Karimun mengadakan sosialisasi pelestarian lingkungan. Sosialisasi merupakan bagian dari program KASIH (Karimun Bersih).

Hakikat terpenting dari pendidikan adalah mewariskan cinta kasih dan hati yang penuh rasa syukur dari satu generasi ke generasi berikutnya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -