Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi Medan
Jurnalis : Leo Samuel Salim (Tzu Chi Medan), Fotografer : Relawan (Tzu Chi Medan)
|
| ||
Dengan tema “Giat mempraktikkan jalan kebenaran dan melangkah di jalan Bodhisattva dunia serta mengembangluaskan penerapan pelestarian lingkungan agar dunia berlimpah berkah dan menyucikan batin manusia agar alam lebih bersahabat”, Master Cheng Yen berpesan kepada semua orang di dunia ini akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Bukti dari ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan ini adalah begitu banyak bencana dan perubahan iklim yang sangat drastis yang terjadi di seluruh belahan dunia. Tidak perlu kita memandang terlalu jauh. Bencana banjir yang baru-baru ini terjadi di kota Medan adalah bukti di mana manusia tidak lagi menghargai alam. Maka itu, Master Cheng Yen mengajak semua orang untuk ikut andil dalam melestarikan lingkungan. Misi pelestarian lingkungan ini mulai digaungkan oleh Master Cheng Yen 20 tahun yang lalu, dimana pada saat itu beliau sedang berceramah di hadapan ratusan orang. Pada saat para hadirin bertepuk tangan setelah mendengarkan ceramah beliau, melihat begitu banyak orang bertepuk tangan, Master Cheng Yen mengatakan alangkah baiknya jika kedua tangan yang digunakan untuk bertepuk tangan itu, digunakan untuk melakukan kegiatan pelestarian lingkungan. Maka mulailah misi pelestarian lingkungan Tzu Chi disebarluaskan dan akhirnya mendapat dukungan dari masyarakat bahkan dari badan internasional. Jika semua orang turut melaksanakan pelestarian lingkungan maka alam ini akan kembali bersahabat dengan manusia dan dunia ini akan terbebas dari bencana.
Keterangan :
Salah satu sesi acara pemberkahan akhir tahun kali ini, para relawan pelestarian lingkungan mengajak para hadirin untuk bersama-sama melakukan pelestarian lingkungan dengan pertunjukan lagu isyarat tangan Setiap Orang Melakukan Pelestarian Lingkungan. Kemudian ada salah satu relawan pelestarian lingkungan, So Siu Sin (64) yang bercerita pengalamannya dalam melakukan kegiatan pelestarian lingkungan. “Sekarang badan saya lebih sehat dan tidak banyak pikiran,” tambahnya. So Siu Sin dulunya hanya berteman dengan televisi yang berujung pada kesehatannya yang memburuk dan banyak pikiran. Jodohnya dengan Tzu Chi adalah pada saat dirinya berkunjung ke rumah anaknya yang kebetulan berdekatan dengan depo daur ulang Tzu Chi Medan. So Siu Sin melihat begitu banyak orang berkumpul di sana dan mulai bertanya kepada anaknya. Atas arahan anaknya tersebut, sekarang dalam seminggu 3 kali, So Siu Sin aktif di depo daur ulang Tzu Chi Medan. Dalam kesempatan ini, dipertunjukkan pementasan drama Sutra Doa Pertobatan Air Samadhi (Wu Da Fa Shi) dan bahasa isyarat tangan Sutra Amitartha Bab Pembabaran Dharma. Sebanyak 84 relawan terlibat dalam pertunjukan ini. Pesan yang disampaikan dari pertunjukan tersebut adalah hukum karma dan hukum sebab akibat tetap berlaku dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu, hendaklah semua orang senantiasa dalam menciptakan berkah dalam kehidupannya serta dapat mengikat jodoh yang baik dengan setiap orang.
Keterangan :
Di sisi luar ruangan, para donatur yang membawa celengan berkesempatan untuk menuangkan celengannya. Ini mengingatkan kembali dimana Yayasan Buddha Tzu Chi mengawali misi kemanusiaannya dengan menggalang dana melalui celengan bambu yang lebih dikenal dengan masa celengan bambu. Inilah bukti cinta kasih yang berkumpul menjadi satu menciptakan karma dan jodoh yang baik serta mendoakan semoga penderitaan di dunia ini dapat berkurang. | |||
Artikel Terkait
Ayo Selamatkan Bumi dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat!
17 Oktober 2016Banyak cara untuk menyelamatkan bumi. Salah satunya dengan menerapkan pola makan vegetarian. Isu inilah yang terus dikampanyekan muda-mudi Tzu Ching UNPRI Medan. Lewat demo memasak, para peserta diperkenalkan menu vegetarian yang sehat lagi lezat.

Melihat dari Dekat Kehidupan Penduduk di Asmat
22 Februari 2018Pemberian bantuan Tzu Chi ke Kabupaten Asmat, Papua sudah memasuki gelombang ke-2. Bantuan berupa sembako ini untuk menunjang pemulihan warga Asmat setelah Kejadian Luar Biasa (KLB) di kabupaten ini.
