Relawan Tzu Chi Batam Salurkan Sembako untuk Warga Kampung Nanas

Jurnalis : Enny, Suwati (Tzu Chi Batam), Fotografer : Marina, Vemmy Ho, Andy Tan, Jia Hui (Tzu Chi Batam)

Ibu Bacre, penerima bantuan sembako, bersyukur dapat menerima berkah menjelang lebaran.

Relawan Tzu Chi Batam dari komunitas He Qi 2, Hu Ai Batam Centre, melaksanakan pembagian kupon paket sembako dalam rangka menyambut Lebaran 2025 untuk warga Kampung Nanas pada Minggu, 16 Maret 2025. Sebanyak 84 relawan Tzu Chi dibagi menjadi beberapa grup untuk membagikan kupon dari rumah ke rumah, didampingi oleh RT dan RW setempat.

Satu minggu setelah pembagian, terbagi ada 838 kupon telah diterima oleh warga Kampung Nanas. Para relawan kemudian bersiap untuk membuat 3.000 paket sembako yang akan dibagikan ke empat wilayah di Kota Batam, termasuk Kampung Nanas dengan jumlah 838 paket. Dengan penuh semangat dan ketulusan hati, para relawan bergotong royong menyiapkan paket-paket sembako tersebut.

Relawan bersyukur beroleh kesempatan untuk berbagi.

Hari pembagian sembako pun tiba. Pada Sabtu, 22 Maret 2025, 71 relawan Tzu Chi dari komunitas Hu Ai Batam Centre kembali berkumpul di Aula Jing Si Batam. Walaupun cuaca kurang bersahabat karena hujan yang turun selama dua hari berturut-turut, semangat para relawan tetap tinggi untuk mengantarkan bantuan ke Kampung Nanas.

Perjalanan menuju lokasi tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Mobil boks yang mengangkut paket sembako dan beras terhambat oleh kabel listrik yang rendah melintang di tengah jalan. Dengan sigap, para relawan dan warga bekerja sama menaikkan kabel-kabel tersebut agar mobil dapat mencapai lokasi pembagian.

Setibanya di lokasi, para relawan bergotong royong menurunkan dan menata paket sembako dengan rapi. Warga Kampung Nanas mulai berdatangan membawa kupon untuk ditukarkan dengan paket sembako yang berisi mi instan 1 pack, sirup 2 botol, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kg, kecap manis, dan beras 10 kg.

Elsa, Koordinator Kegiatan, mengumpulkan kupon sembako dengan wajah terpancar sukacita.

Di antara warga yang hadir, Ibu Bacre tampak bahagia menunggu gilirannya untuk menerima paket sembako. Walaupun kondisi fisiknya tidak terlalu kuat, ia tetap bersemangat mengangkat kotak sembako dan beras 10 kg di atas kepalanya.

“Suami saya sudah bekerja sebagai kuli bangunan hampir 20 tahun. Kalau sehat, dia bisa bekerja, tapi kalau sakit, kadang harus absen sampai satu bulan. Saya harus berusaha mencari botol bekas (memulung) untuk biaya makan. Jika sehat, saya bisa memulung dua kali sehari, tapi jika lutut sakit, saya bisa lima hari tidak keluar rumah dan hanya makan seadanya dari apa yang ada di belakang rumah. Ini pertama kali saya mendapatkan sembako, saya sangat berterima kasih dan senang,” ungkap Ibu Bacre dengan mata berkaca-kaca.

Relawan didampingi RT/RW mendatangi pemungkiman warga dari rumah ke rumah.

Rasa haru juga dirasakan oleh para relawan yang terlibat dalam kegiatan ini. Salah satunya adalah Elsa, relawan Abu Putih Logo (APL), yang baru pertama kali mengikuti kegiatan pembagian sembako. Meski demikian, ia tetap menerima tanggung jawab sebagai Koordinator.

“Sebelumnya, saya hanya ikut dalam pembagian kupon sembako. Saat ditunjuk menjadi PIC, saya merasa sedikit khawatir karena belum punya pengalaman. Saya waswas, tapi untungnya ada wakil saya, Ardy, yang sudah pernah ikut. Kami bekerja sama dalam merencanakan berbagai hal, mulai dari yang kecil hingga alur pembagian sembako,” ujar Elsa.

Elsa juga menceritakan tantangan yang dihadapi, terutama saat survei awal untuk menentukan lokasi pembagian. “Kami melakukan survei ke tiga tempat sebelum akhirnya memilih lokasi ini. Hasilnya, kami mendata sekitar 900 KK,” tambahnya.

Penerima sembako memandati lokasi pembagian sebelum kegiatan dimulai.

Tantangan lainnya adalah berkali-kali mengonfirmasi urutan rumah dengan Pak RT dan RW agar semua warga mendapatkan kupon dan sembako. Tim kecil juga ditugaskan untuk kembali mengonfirmasi data yang telah diberikan kepada RT/RW setempat.

“Penyusunan kegiatan ini membutuhkan waktu yang cukup lama, terutama saat survei dan pendataan rumah. Namun, setelah itu, pembagian kupon berjalan lancar karena kami sudah membentuk satu tim khusus. Sebagai PIC, saya belajar bahwa tidak perlu takut karena relawan Tzu Chi sangat solid dan selalu bekerja sama dengan baik. Semua berjalan dengan lancar,” kata Elsa sambil berbagi pengalaman dan suka cita menjadi koordinator.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Menghimpun Berkah Ramadan

Menghimpun Berkah Ramadan

18 Maret 2025

Relawan Tzu Chi di Xie Li Sumatra Selatan (Sumsel) 1 menyalurkan paket sembako jelang Idul Fitri berisi beras, gula, minyak goreng, terigu, dan sirup. Bukan hanya Nenek Zainur, juga ada Nenek Masmona yang menderita stroke turut mendapat perhatian dari relawan.

Sekarung Beras yang Penuh Cinta untuk Warga Sungai Lakam Barat

Sekarung Beras yang Penuh Cinta untuk Warga Sungai Lakam Barat

28 Maret 2025

Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan pembagian beras cinta kasih bagi warga Sungai Lakam Barat pada 23 Maret 2025. Ada 380 kepala keluarga menerima bantuan paket beras.

Cinta Kasih di Lahan Baru Menghadirkan Ribuan Senyuman di Bulan Ramadan

Cinta Kasih di Lahan Baru Menghadirkan Ribuan Senyuman di Bulan Ramadan

25 Maret 2025

Relawan Tzu Chi Palembang menggelar bakti sosial Pembagian Paket Cinta Kasih menjelang Idul Fitri. Kegiatan ini juga menandai persiapan pembangunan Kantor Penghubung Palembang.

Walau berada di pihak yang benar, hendaknya tetap bersikap ramah dan bisa memaafkan orang lain.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -