Rumah Baru Untuk Thio Kui Ling
Jurnalis : Surya Metal (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Saskia Elsa, Syam Crisan (Tzu Chi Makassar)
Relawan Tzu Chi Makassar menyerahkan kunci rumah yang sudah selesai di bedah dan siap dihuni kembali kepada istri dari Thio Kui Ling.

Thio Kui Ling dan istrinya saat berada di dalam rumah yang belum dibedah Tzu Chi. para penghuni rumah harus membungkuk saat di dalam rumah karena struktur bangunannya yang sudah rendah.

Suasana saat relawan Tzu Chi Makassar melakukan survei untuk melihat kondisi rumah Thio Kui Ling.

Selain membantu membangun ulang rumah Thio Kui Ling, relawan Tzu Chi Makassar juga membantu menyiapkan perabotan rumah tangga untuk Thio Kui Ling dan keluarga di rumah barunya.

Rumah Thio Kui Ling sebelum dan sesudah mendapatkan bantuan bedah rumah dari Tzu Chi. Rumah yang dulu tidak layak huni kini berubah menjadi hunian yang nyaman untuk ditinggali.

Vengky Thio, anak dari Thio Kui Ling menerima berkas penandatanganan berita acara serah terima rumah yang telah selesai dibedah Tzu Chi.
Artikel Terkait
Rumah Baru Ibu Emeria
11 Maret 2020Sukacita menjadi milik Emeria hari itu (29/02/2020), rumahnya kini sudah kokoh berdiri. Relawan Tzu Chi “menyulap” rumahnya dahulu menjadi rumah yang indah, bersih, sehat, dan tentunya tak lagi bocor saat turun hujan. Bermula dari pengajuan bantuan pendidikan bagi anaknya, nyatanya yang diterima Emeria melebihi dari yang diharapkannya.
Sukacita di Usia Senja
22 Februari 2017Kebahagiaan nenek usia 80 tahun di Tegal Alur, Jakarta Barat ini bukan tanpa alasan. Pasalnya di usia senjanya ini, ia seperti mengalami titik balik kehidupan. Siti Waspiah yang akrab disapa Bu Dul hidup seorang diri sejak anaknya, Siti Rahayu meninggal pada tahun 2005 silam. Beruntung ada Ferdinand Timotius Hariyadi (57 tahun) dan istri yang membantu merawat Bu Dul sepeninggal Siti Rahayu.

Menjawab Asa Warga Kamal Muara Lewat Program Bedah Rumah Tahap ke-4
18 Juli 2023Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 2 melakukan survei Program Bebenah Kampung Tzu Chi Tahap ke-4 di Kampung nelayan RW 04, Kelurahan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebanyak 22 unit rumah di survei oleh relawan dalam kegiatan ini.