Semangat Kemerdekaan

Jurnalis : Stephen Ang (He Qi Utara), Fotografer : Stephen Ang (He Qi Utara)

fotoLomba 17 Agustus diadakan oleh Sekolah Tzu Chi Pantai Indah Kapuk dengan tujuan memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-66 dan juga menciptakan suasana keakraban antara murid, guru, dan orang tua.

 

Hari Rabu, tanggal 17 Agustus 2011 merupakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi pengingat bangsa kita telah memasuki usia yang ke-66 tahun. Perayaan hari penuh perjuangan ini identik dengan  upacara bendera dan beraneka ragam lomba yang diselenggarakan di berbagai institusi dan masyarakat. Salah satu institusi yang ikut merayakan Hari Kemerdekaan adalah Sekolah Tzu Chi Indonesia di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

 

 

Sekolah ini telah melakukan kegiatan belajar mengajar selama satu bulan sejak diresmikan bulan Juli 2011 lalu. Anak-anak yang bersekolah di Sekolah Tzu Chi Indonesia pun mulai terbiasa dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Pada tanggal 16 Agustus 2011, Sekolah Tzu Chi Indonesia mengadakan lomba dalam rangka menyambut hari kemerdekaan. Terlihat di setiap depan kelas, hiasan dinding dan bendera merah putih yang menambah keindahan di sepanjang koridor sekolah. Pukul 07.30 WIB, para guru sudah bersiap-siap di depan pintu masuk sekolah menyambut kehadiran anak-anak dan menuntun mereka ke kelas masing-masing. Khusus pada hari itu, orang tua dan pengasuh diperbolehkan menemani dan main bersama anak-anak. Berbagai jenis permainan yang dilombakan adalah lari sambil membawa kelereng, makan kerupuk dengan mata tertutup, memasukkan pensil ke botol, mengambil bendera terbanyak, tarian Limbo yang unik, dan lain-lain.

Di ruang kelas yang cukup luas telah berkumpul anak-anak dari kelas Toddler dan Nursery (playgroup). Sebelum acara dimulai, semua orang yang hadir dalam ruangan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Kemudian para guru dengan antusias mengajak orang tua untuk ikut berinteraksi bersama dengan mengucapkan kata “Hup Hup Hurray” sebagai penambah semangat. Permainan yang banyak mengundang tawa orang tua adalah Tarian Limbo, dimana kita harus membungkukan badan ke belakang kemudian berjalan sambil menari melewati tiang tanpa menyentuhnya.

foto  foto

Keterangan :

  • Para murid Sekolah Tzu Chi Indonesia, di Pantai Indah Kapuk menikmati setiap permainan yang ada, bermain dengan para orang tua dan guru. (kiri)
  • Kegiatan lomba 17 Agustus ini membawa berkah yang baik untuk orang tua murid, karena di sini (Sekolah Tzu Chi) hubungan antara orang tua dan murid dapat terjalin dengan baik.(kanan)

Pada awalnya terasa mudah, tetapi ketika tiang diturunkan setingkat demi setingkat, orang dewasa akan semakin sulit dan hanya anak-anak yang sanggup melewatinya. Salah satu orang tua yang datang menghadiri perlombaan pada saat itu adalah Johan, yang tinggal di Puri Botanical kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Johan yang telah melakukan banyak survei dan pertimbangan di antara banyak sekolah, akhirnya memasukkan kedua anaknya di Sekolah Tzu Chi (Kelas N1 dan N2) karena adanya pendidikan budi pekerti. Menurutnya, guru-guru di Tzu Chi mengajar dengan profesional, terutama pengajaran kedisiplinan dan kemandirian yang ditanamkan pada anak-anak. “Zaman semakin modern, pendidikan budi pekerti seperti perilaku untuk hormat kepada yang lebih tua wajib ditanamkan dan dilatih sejak dini, dan saya senang bisa menemani anak bermain hari ini,” tegas Johan.

 

foto  foto

Keterangan :

  • Johan merasa senang dapat meluangkan waktunya di tengah kesibukan untuk menemani dan berinteraksi dengan anaknya di lomba 17 Agustus yang diadakan oleh Sekolah Tzu Chi Indonesia. (kiri)
  • Keakraban antar guru, orang tua dan murid terpancar dari ekspresi wajah mereka dalam mengikuti lomba Tari Limbo di Sekolah Tzu Chi Indonesia.(kanan)

Perlombaan lain yang diadakan oleh kelas Kindergarten (TK) adalah makan kerupuk yang digantung dengan tali dan peserta lomba harus menghabiskan kerupuk dengan menggunakan mulutnya. Tetapi karena melibatkan interaksi antara orang tua dan anak, maka setiap anak memegang kerupuk di tangannya, berjalan dengan mata tertutup menghampiri dan memberikan kerupuk kepada orang tua mereka.

Di area taman bermain ada lomba memindahkan air menggunakan busa spon dari satu wadah ke wadah berikutnya. Para orang tua saling menyemangati anak mereka dengan tepuk tangan dan dukungan semangat. Di koridor lantai basement juga diadakan lomba memasukkan pensil ke dalam botol, dimana pensil tersebut diikat dengan tali di belakang pinggang dan anak-anak harus bisa memasukkannya tanpa menggunakan tangan. Selain itu, salah satu permainan yang paling terkenal adalah lari sambil membawa kelereng yang diadakan oleh kelas Primary (Sekolah Dasar). Biasanya dalam 1 tim terdiri dari 2 orang yang menggigit sendok. Salah satu dari mereka di sendoknya terdapat sebuah kelereng, dimana dia harus berjalan menghampiri temannya dan memindahkan kelereng tersebut. Kemudian temannya tersebut akan membawa kembali kelereng itu ke garis awal. Apabila ada yang menjatuhkannya maka harus mengulang dari awal lagi.

Senyum dan semangat kemerdekaan terpancar dari wajah para guru, orang tua dan siswa-siswi selama acara perlombaan 17 Agustus berlangsung. Dalam kesempatan ini Ms. Ruth, guru yang berasal dari Filipina dan mengajar di kelas N1 Respect ini mengatakan bahwa pendidikan budi pekerti dan budaya humanis yang diterapkan kepada anak-anak sejak usia dini merupakan hal yang sangat baik. “Para orang tua murid sangat kooperatif dengan guru-guru di Tzu Chi dan saya merasa senang sekali melihat interaksi antara orang tua dan anak-anak dalam acara perlombaan 17 Agustus hari ini,” ungkap Ms. Ruth.

  
 

Artikel Terkait

Jing Si Talk: 20 Kesulitan dalam Kehidupan

Jing Si Talk: 20 Kesulitan dalam Kehidupan

19 Agustus 2011
Buku ini bersumber dari kesulitan manusia yang dibabarkan oleh Buddha dalam bab 12 dari sutra 42 bagian.  Dalam buku ini, Master Cheng Yen menyampaikan Dharma melalui kisah-kisah orang yang telah mengalami kesulitan-kesulitan ini beserta solusi bagaimana mengatasi kesulitan tersebut.
Dua Ribu Paket Lebaran 2022 untuk Warga Lampung

Dua Ribu Paket Lebaran 2022 untuk Warga Lampung

22 April 2022

Relawan Tzu Chi Lampung pada Kamis 14 April 2022 mulai memberikan kupon Paket Lebaran 2022. Pembagian kupon menyebar di enam lokasi dengan jumlah paket lebaran keseluruhan 2.000 paket.

Mengajar untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Mengajar untuk Kehidupan yang Lebih Baik

11 April 2014 Pendidikan budaya humanis bisa diibaratkan seperti pupuk yang mampu menyuburkan tanaman. Karena pada dasarnya mendidik seorang murid, sama halnya seperti menanam sebuah benih. Dari yang awalnya hanya sebuah benih bisa berbuah menjadi seribu.
Dengan keyakinan, keuletan, dan keberanian, tidak ada yang tidak berhasil dilakukan di dunia ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -