Semangat Untuk Siti Aminah

Jurnalis : Arimami Suryo A., Fotografer : Arimami Suryo A., Videografer: Chandra S.

Wajah Siti Aminah (63) langsung ceria saat mendapati relawan Tzu Chi berada di depan pintu rumahnya dan mengucapkan salam. “Silahkan masuk. Maaf lantainya basah, habis banjir kemarin,” kata Siti Aminah dari atas kursi rodanya. Relawan pun segera masuk rumahnya yang terletak di wilayah Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu, 17 Februari 2021.

“Bagaimana kabarnya, bu?” kata Leo Kusno, relawan Tzu Chi Komunitas He Qi Barat 1 setelah masuk ke rumah. “Baik Pak. Cuma kaki dan tangan, pada kaku,” jawab Siti Aminah terbata-bata. Siti Aminah sendiri merupakan salah satu Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi-red) yang mendapatkan bantuan dari Tzu Chi setiap bulannya.


Siti Aminah didampingi suaminya Sutomo dan salah satu anaknya menerima bingkisan cinta kasih dari relawan Tzu Chi dengan penuh sukacita.

Siti Aminah mulai mengenal Tzu Chi saat ada kegiatan donor darah di wilayah Kamal, Kalideres, Jakarta Barat pada tahun 2018. Dalam kegiatan tersebut, pihak keluarganya disarankan untuk membuat pengajuan bantuan ke Tzu Chi. Setelah diajukan, relawan Tzu Chi kemudian melakukan survei dan diputuskan untuk dibantu beras dan mi instan mulai bulan Juni 2019.

Kondisi Siti Aminah kini sudah tidak bisa berjalan. Hal tersebut terjadi lantaran ia mengalami kecelakaan pada tahun 2007. “Saat itu lagi naik tangga, trus nyerosot. Patah di pinggang,” cerita Siti Aminah. Setelah jatuh, Siti Aminah tidak langsung mendapat perawatan medis. Karena keterbatasan biaya, saat itu ia hanya mendapatkan pertolongan pengobatan urut alternatif di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.


Setiap harinya Siti Aminah berada di atas kursi roda. Salah satu anaknya yang berkebutuhan khusus juga membantunya beraktivitas.

Karena tidak mendapatkan perawatan medis, kini jari-jari tangan dan kaki Siti Aminah menjadi kaku akibat pengaruh dari tulang yang patah di pinggangnya. Setiap hari aktivitas Siti Aminah hanya dibantu oleh suaminya Sutomo (65) dan salah satu anaknya yang berkebutuhan khusus. “Setiap hari mengurus, mulai dari buang air hingga mencuci. Menerima aja, nggak ada pikiran lain. Sebisanya ya diurusin,” ungkap Sutomo yang setiap harinya bekerja menjadi satuan keamanan lingkungan.

Penghasilan Sutomo pun tidak mencukupi untuk keperluan sehari-hari. Sebelum dibantu Tzu Chi, beberapa tetangga juga kerap membantu untuk makan sehari-hari. Anak-anak dari Sutomo dan Siti Aminah beberapa sudah tidak tinggal bersama. “Sudah pada pergi, kalau ingat ya pada bantu,” kata Siti Aminah menceritakan anak-anaknya.


Leo Kusno, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 1 menaikkan dua ibu jarinya untuk memberikan semangat kepada Siti Aminah.

Siti Aminah juga sangat beterima kasih karena sudah diperhatikan dan dibantu oleh Tzu Chi. “Banyak terima kasih, saya dibantu sampai lebih dari setahun,” ungkap Siti Aminah kepada para relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 1 yang mengunjunginya. Dalam kesempatan ini, relawan juga membawa bingkisan cinta kasih untuk Siti Aminah dan keluarga.

Leo Kusno yang sejak awal mendampingi Siti Aminah juga bersyukur kondisinya saat ini sudah berbeda dari yang dulu. “Saya melihat Ibu Siti Aminah lebih semangat, kesehatannya lebih mendukung daripada dulu-dulu. Kalau dulu, beliau itu ya tiduran saja di atas tikar, dengan kondisi lemah,” cerita Leo saat awal mengunjungi Siti Aminah untuk survei.

Saat kembali mengunjungi, Leo pun berusaha menyemangati Siti Aminah dengan mengangkat kedua ibu jarinya. Dorongan ini pun disambut dengan senyum ceria dari Siti Aminah dari atas kursi roda. “Harapan semoga ada keajaiban agar cepat sembuh. Dengan sembuh beliau (Siti Aminah) bisa berbuat lebih banyak dalam keluarganya,” tutup Leo setelah kunjungan kasih.

Editor: Khusnul Khotimah


Artikel Terkait

Menggenggam Jalinan Jodoh dengan Para Penerima Bantuan

Menggenggam Jalinan Jodoh dengan Para Penerima Bantuan

16 Desember 2019

Relawan Tzu Chi Tebing Tinggi mengadakan kegiatan Pemberkahan Akhir Tahun 2019 bagi penerima bantuan Tzu Chi Minggu, 8 Desember 2019. Kegiatan dihadiri sekitar 30 orang penerima bantuan beserta keluarga yang mendampinginya.

Tak Ada Kata Menyerah dalam Kamus Hidup Nurmalita

Tak Ada Kata Menyerah dalam Kamus Hidup Nurmalita

12 Juni 2020
Nurmalita menderita meningioma, yakni tumor di selaput pelindung otak. Tumor tersebut menyerang tulang kepala dan merambat ke organ di wajah sehingga wajah Nurmalita tak simetris lagi. Sudah tujuh kali Nurmalita menjalani operasi. Dalam kondisi ekonomi yang kurang mendukung, ada Tzu Chi yang sudah empat tahun ini membantu dalam hal biaya hidup. Relawan Tzu Chi juga selalu mendukung Nurmalita dan ibunya untuk  tegar. 
Kehangatan dalam Ramah Tamah Penerima Bantuan Tzu Chi Pekanbaru

Kehangatan dalam Ramah Tamah Penerima Bantuan Tzu Chi Pekanbaru

10 September 2024

Sebanyak 77 keluarga penerima bantuan Tzu Chi hadir dalam ramah tamah yang digelar oleh Tzu Chi Pekanbaru. Banyak diantara mereka yang juga terinspirasi untuk ikut bersumbangsih melalui celengan bambu.

Berbicaralah secukupnya sesuai dengan apa yang perlu disampaikan. Bila ditambah atau dikurangi, semuanya tidak bermanfaat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -