SMAT: Dana Kecil untuk Amal Besar

Jurnalis : Lo Wahyuni (He Qi Utara), Fotografer : Lo Wahyuni, Teksan Luis (He Qi Utara)
 

foto
50 celengan dibagikan kepada anak-anak ini yang dengan tertib berjalan ke depan untuk mengambilnya, sementara para orang tua dan para relawan Tzu Chi membantu mengisi formulir untuk nomor celengan.

Teriknya sinar mentari tidak menyurutkan minat 25 orang relawan Hu Ai Pluit pada hari Jumat, 13 September 2014 pada pukul 11.05 WIB untuk mengunjungi Idear Taiwan Preschool yang hanya berjarak ± 200 meter dari Jing Si Books & Café Pluit ini.   

Susanty Wijaya Shijie, kepala sekolah yang juga seorang relawan Tzu Chi menyambut dengan tangan terbuka saat menerima keinginan untuk mengadakan Sosialisasi Misi Amal Tzu Chi (SMAT) di Idear Taiwan Preschool yang sudah sejak Juli 2004 beroperasi di Pluit, Jakarta. “Siswa/i di sini berusia mulai 1,5 s/d 5 tahun dan kebanyakan mereka tinggal di sekitar Muara Karang, Pluit, Jelambar, Teluk Gong, dan sekitarnya,“ kata Susanty yang setelah berumah tangga kini tinggal di  Pasar Minggu.  

Karim Shixiong sebagai penanggung jawab acara ini  mengatakan, ”Tujuan SMAT di Idear Taiwan Preschool ini misi sosial Tzu Chi  juga untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak dini kepada anak-anak.” Memang benar, upaya ini bersambut baik saat 50 buah celengan berhasil diberikan kepada anak-anak ini, sehingga  mereka dapat  meneruskan kebaikan ini sampai usia dewasa. “Iya, harapannya anakku rajin menabung,” kata Lily Tjandra (37) saat putra semata wayangnya Then Sin Lung atau lebih akrab dipanggil Alung (4) mengambil celengan ini. “Papa Alung  kerja  di Taiwan  dan ingin anaknya   pintar ngomong Mandarin, jadi  Alung disekolahkan di sini,” tambahnya. Di Idear Taiwan Preschool ini anak-anak memang diajarkan bahasa Inggris dan juga Mandarin.

Bahasa Isyarat Tangan
Airu Shijie yang datang memimpin rombongan Tzu chi ini mengajarkan isyarat tangan kepada anak-anak yang tengah duduk rapi di lantai. Beberapa dari mereka sangat antusias untuk mengikuti gerakan isyarat tangan ini dan terlukiskan wajah bahagia  di raut wajah anak-anak itu termasuk para orang tua yang menyaksikannya  dan mendengarkan  dengan seksama alunan musik isyarat tangan ini. Tangan  mungil dari seorang anak, Gilbert (2,5) bahkan ikut menarik lengan Sang Bunda, Lina (27)  untuk minta mengajari gerakan isyarat tangan ini.  

foto   foto

Keterangan :

  • Airu Shijie mengajarkan isyarat tangan kepada anak-anak dan mereka turut serta mengikuti gerakan isyarat tangan tersebut (kiri).
  • Yayasan Buddha Tzu Chi kembali mengadakan sosialisasi SMAT di IDEAR Taiwan Preschool, Pluit pada tanggal 13 September 2013. Tujuannya adalah untuk menanamkan budaya menabung dan membantu sesama (kanan).

Di penghujung acara, 50 celengan berhasil dibagikan kepada anak-anak ini yang dengan tertib berjalan ke depan untuk mengambilnya sementara para orang tua dan para relawan Tzu Chi membantu mengisi formulir untuk nomor celengan tersebut. Seorang ibu, Christina (38) yang tinggal di Muara Karang ini mengambilkan celengan juga untuk putrinya, Victoria (3) yang masih disuapi makan. Wajahnya mirip bule karena ayahnya seorang ekspatriat asing. “Terima kasih sudah memberikan celengan, ini (celengan bambu) akan saya bawa tiga bulan lagi ya,” kata Christina dengan semangat.   

Semangat untuk menabung sudah dicanangkan sejak hari ini kepada  anak-anak  ini. Semakin dini usia mereka mulai menabung, maka akan semakin baik sehingga kelak mereka akan memetik buah kebajikan ini pula. Dana amal kecil, uang recehan yang dimasukkan ke dalam celengan ini setiap hari dapat digunakan untuk amal besar saat dipergunakan untuk menolong mereka yang sakit dan tidak mampu.  Dengan mengajarkan anak menabung sejak dini juga mampu  menumbuhkan cinta kasih di dalam hatinya. Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan tetapi akan tumbuh dan berkembang karena diteruskan kepada orang lain.

Sosialisasi Misi Amal Tzu Chi (SMAT) akan berlangsung di sekolah-sekolah lainnya dan kegiatan positif ini harus didukung agar semakin banyak orang dapat memahami misi amal sosial Tzu Chi sehingga dapat mengajak lebih banyak orang bersumbangsih untuk mewujudkan dana kecil untuk amal besar.

  
 

Artikel Terkait

Menjernihkan Hati Manusia Melalui Media Informasi

Menjernihkan Hati Manusia Melalui Media Informasi

12 Maret 2015 Sebagai media informasi, DAAI TV menjadi ujung tombak untuk menyebarkan cinta kasih yang ditanam oleh insan Tzu Chi. Menyebarkan cinta kasih tentunya harus dilakukan dengan tata cara yang humanis dan baik agar tersampaikan dengan benar.
Tak Ingin Sekadar Diberi

Tak Ingin Sekadar Diberi

29 Juli 2020

Bambang Haryanto (60) merupakan seorang penginjil yang menjadi penerima bantuan Tzu Chi. Ia menerima bantuan biaya hidup, sudah dua tahun ini. Tak ingin sekadar menerima, ia juga ingin memberi. Setiap Selasa dan Kamis ia datang ke Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat untuk membantu memilah sampah daur ulang. 

Makin Mantap Menjalankan Misi Pendidikan

Makin Mantap Menjalankan Misi Pendidikan

30 April 2019

Di tahun 2019 ini, relawan Tzu Chi Indonesia di Misi Pendidikan bertekad untuk meningkatkan wawasan tentang anak bagi para relawan pendamping. Relawan juga bertekad untuk lebih kompak supaya dapat melaksanakan Misi Pendidikan lebih baik lagi.

The beauty of humanity lies in honesty. The value of humanity lies in faith.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -