Untaian Cinta Kasih Universal

Jurnalis : Lisda (He Qi Utara), Fotografer : Bachtiar Loka (He Qi Utara)
 

foto
Para pembeli memberikan bantuan dengan penuh sukacita saat berbelanja di Pasar Teluk Gong.

Pasca   bencana  hebat Topan  Haiyan di Filipina meninggalkan   banyak  duka   yang  mendalam   bagi   setiap   orang,   kehilangan  sanak  saudara, kehilangan  tempat  tinggal, kehilangan  harta benda  dan lain-lain. Tanpa  memandang perbedaan  bangsa  dan  Negara,  relawan   Tzu Chi  sedunia  menunjukkan   rasa  prihatinnya   kepada  para  korban. Tak terkecuali  relawan  Tzu  Chi  Indonesia.

Hari  itu  Minggu, 24  November  2013, sejak  pukul 7 pagi relawan Tzu Chi dari  komunitas  Hu Ai  Angke   sudah   berdatangan, lalu  mereka  mulai  berbaris   rapi   dan   bersiap  diri  untuk  menggalang   dana   di  pasar  Teluk   Gong  Jakarta. Di bentuk 8  kelompok yang  terdiri   4 -5 relawan, sambil membawa  kotak  kardus  bertuliskan “Peduli  Korban  Haiyan”, mereka  menyebar melakukan pengalangan dana di 8 titik pasar Teluk  Gong.

Barisan relawan pengalang dana berada di tempat yang tidak menganggu  kesibukan para pedagang  dan  pembeli   yang  bertransaksi.  Tapi   barisan  relawan   cukup  menarik perhatian orang -orang   karena   telah  mengenal Tzu Chi. Pedagang asongan  bernama Ahmad yang  sedang  melayani   pembeli,   langsung   menghampiri  relawan, ‘’mau  nyumbang,‘’  katanya   sambil  tersenyum.  Ternyata  ia  sudah  mengenal  Tzu Chi  dari  pembagian  beras  cinta  kasih   di Kapuk Muara.

Mengingat mayoritas relawan Tzu Chi komunitas Hu Ai  Angke bermukim di wilayah  ini,  banyak   teman,  sanak  saudara, pedagang, tukang parkir,  yang  mereka  kenal tidak mau ketinggalan berpatisipasi menyumbangkan dana untuk bantuan bencana. Jalinan  jodoh baik  yang tidak disangka  ini mereka  bertemu  saling  tegur sapa  dan  menanyakan  kabar masing masing.

foto   foto

Keterangan :

  • Relawan berbaris melakukan penggalangan bantuan unt korban bencana Topan Haiyan pada Minggu, 24 November 2013 (kiri).
  • Bukan hanya orang dewasa, bahkan anak kecil juga terketuk hati untuk menyisihkan sebagain uangnya untuk disalurkan ke Filipina melalui Tzu Chi (kanan).

Liwan  Shixiong,  salah  satu  kelompok  pengalang dana  yang  berbaris   dipinggir  jalan. Ia   mengalang  hati  setiap  pengujung  pasar   terutama  ibu -ibu,   dengan sepenuh hati. Ia mau membawakan banyaknya  belanjaan ibu-ibu sampai  ke barisan  tukang  becak.  Sempitnya  jalan di pasar Teluk Gong  membuat  kendaraan  hilir mudik  menjadi  macet.  Tanpa  segan   Liwan Shixiong  pun turun tangan  membantu   melancarkan   jalan. Tindakan kecil  ini  meninggalkan kesan  berarti yang akhirnya  membuat  setiap  orang  tulus medermakan  dananya.

Hari semakin  siang  terik matahari mulai terasa dan menyengat. 8 kelompok relawan yang berdiri di langit terbuka mulai terlihat butir butir keringat menetes di wajah dan keringat menapaki di baju mereka. Tapi jiwa  semangat relawan  masih tampak terasa, salah satunya Meiliani Shijie.  ‘’Masih banyak yang mau nyumbang,  jadi saya  tambahin waktu lagi,“ kata Meiliani Shijie, Ketua Xie Lie 1 sambil menebarkan  senyum manisnya  kepada setiap orang  yang lalu lalang. Di ujung jalan,  Apak, yang  sudah berusia lanjut berjalan tertatih-tatih menghampiri dan menanyakan sedang apa  relawan  berbaris disini.  Meliani  Shijie langsung menerangkan bahwa kelompok mereka  adalah relawan Tzu Chi  yang  sedang  menggalang  dana  untuk korban  bencana  hebat  Topan  Haiyan. Sekarang ini masih banyak saudara-saudara kita yang disana  perlu  bantuan. 

Apak (80) yang mendengar berita ini langsung terharu dan langsung mendermakan  dananya. Dengan penuh kerendahan hati, barisan relawan pun serempak mengucapkan  Gan En sambil membungkuk badan 90 derajat.

Diakhir penghujung menggalang dana, kelompok relawan yang berkegiatan pun  ikut ramai-ramai menyumbangkan dana untuk korban bencana Topan Haiyan. Walaupun sebelumnya relawan juga sudah menyumbang ke kantor Yayasan Tzu Chi. Rasa simpati  dan rasa kepedulian kepada saudara-saudara kita yang lagi kesusahan tertimpa bencana membuat relawan melatih diri mengikis kemelekatan dan menumbuhkan welas asih pada sesame. Mengingat pesan Master Cheng Yen “Sebuah niat baik dapat menghapus bencana.‘’  

  
 

Artikel Terkait

Demi Kesembuhan Aden

Demi Kesembuhan Aden

15 Agustus 2017

Sejak lahir Aden (1,5) mengalami bibir sumbing. Kekurangan ini membuat khawatir kedua orang tuanya. Dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-119 di RS Sentra Medika Cikarang, Aden menjadi satu dari 19 pasien bibir sumbing yang berhasil dioperasi.

Pascakebakaran di Kramat V

Pascakebakaran di Kramat V

03 Juni 2011
Relawan dari Yayasan Buddha Tzu Chi pun tak hanya tinggal diam, mereka juga ingin membantu meringankan penderitaan korban kebakaran. Pada tanggal 28 Mei 2011, sejumlah relawan Tzu Chi hadir ke lokasi untuk memberikan bantuan
Suara Kasih: Membantu Korban Banjir

Suara Kasih: Membantu Korban Banjir

22 November 2011 Ketidakselarasan unsur alam telah membawa banyak penderitaan bagi manusia. Namun, di tengah masa yang sulit ini, kita dapat melihat interaksi antara para Bodhisatwa dunia dengan korban bencana. Lihatlah Guatemala. Negara ini seringkali dilanda bencana, karena perubahan cuaca yang ekstrem, sekalinya hujan pasti akan terjadi banjir.
Benih yang kita tebar sendiri, hasilnya pasti akan kita tuai sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -