Ceramah Master Cheng Yen: Insan Tzu Chi Bersumbangsih dan Mendukung Satu Sama Lain
“Acara Festival Lampion berlangsung dari tanggal 7 hingga 23 Februari. Kami menghadirkan kendaraan pendidikan pelestarian lingkungan kita, yakni "Paviliun Ekonomi Sirkular" yang kita buat tahun lalu. Bagaikan sebuah panggung pembabaran Dharma yang dilengkapi dengan cahaya welas asih dan kebijaksanaan, kendaraan ini membantu kita mempromosikan pelestarian lingkungan dan mengimbau orang hidup berdampingan dengan Bumi,” kata Lin Rui-hua, relawan Tzu Chi.
“Acara Festival Lampion kali ini bertepatan dengan masa-masa terdingin. Suhu udara hanya sekitar 9 hingga 10 derajat Celsius. Di tengah cuaca yang dingin, para relawan kita menjadi pemandu tur,” kata Xu Su-zhen, relawan Tzu Chi.
Sungguh, berkat kegigihan dan tekad kalian, kalian dapat menyelesaikan misi ini dengan sempurna. Meski merupakan acara Festival Lampion, relawan kita sangat mementingkan pelestarian lingkungan dan membuat acara ini penuh makna. Sebagian besar promosi kita menitikberatkan kebijaksanaan dalam pelestarian lingkungan.
Di tengah cuaca yang dingin, kita menghadirkan kendaraan pelestarian lingkungan kita yang sangat cemerlang dan semula merupakan sebuah kontainer. Pintu yang dibuka lebar-lebar juga bisa melindungi orang dari angin dan hujan. Ini sungguh luar biasa. Pintunya bisa ditutup dan dibuka dengan mudah. Inilah cinta kasih yang berlandaskan kebijaksanaan. Relawan kita telah memancarkan cahaya kebijaksanaan dan cinta kasih agung.

Kini, pelestarian lingkungan telah menjadi isu global. Para insan Tzu Chi berusaha untuk mengatasi isu global ini lewat tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata. Kita juga melihat sepasang tangan yang melakukan daur ulang. Secara visual, tangan itu mungkin tidak terlihat indah. Saat seseorang baru lahir, tangannya pasti sangat halus. Namun, seiring waktu, manusia akan mengalami penuaan. Penuaan juga menunjukkan akumulasi waktu. Meski kini telah lanjut usia, kita selalu menggenggam waktu untuk mengembangkan nilai kehidupan.
Kalian adalah anggota komite dan Tzu Cheng senior. Pikirkanlah, betapa mudanya kalian saat bergabung dengan Tzu Chi. Kalian menjalankan Tzu Chi setiap waktu. Terdapat 365 hari dalam setahun dan kalian tidak pernah absen sehari pun dari Tzu Chi. Kalian bahkan memanfaatkan hari libur untuk mengadakan kegiatan Tzu Chi. Kalian memanfaatkan setiap waktu yang ada. Kita selalu memanfaatkan waktu yang ada untuk mengembangkan nilai kehidupan.
“Tahun ini, Chen Li Bao berusia 83 tahun. Di depan rumahnya terdapat titik daur ulang. Beliau sangat suka melakukan daur ulang.”
“Dapat bersumbangsih adalah berkah. Saya akan bersumbangsih hingga napas terakhir. Kita hendaknya mengakumulasi karma baik, bukan sekadar mengikis karma buruk. Saya bersyukur kepada Master dan saudara se-Dharma yang memasang pegangan untuk saya sehingga keselamatan saya terjaga,” kata Chen Li Bao, relawan Tzu Chi.
“Tahun ini, Chen Bao-xiu berusia 76 tahun. Beliau juga bergabung dengan Tzu Chi dari pintu pelestarian lingkungan. Kini beliau bersumbangsih sebagai relawan ladang berkah. Beliau telah menginspirasi banyak orang untuk bergabung menjadi relawan Tzu Chi. Beliau selalu menyiapkan camilan untuk orang-orang dan penuh kasih sayang.”
“Saya bersyukur kepada Master dan saudara se-Dharma yang memasang pegangan sehingga keselamatan saya makin terjaga dan saya tidak perlu khawatir terjatuh,” kata Chen Bao-xiu, relawan Tzu Chi.
“Satu matanya tidak bisa melihat, sedangkan mata lainnya mengalami rabun jauh berat. Karena itu, pegangan ini sangat penting baginya.”

Lihatlah pegangan yang dipasang oleh para relawan kita. Berhubung tidak bisa senantiasa berada di sisi mereka, kita pun berinisiatif untuk memasang pegangan bagi mereka. Saya pun merasakan manfaat dari pegangan.
Belakangan ini, baik berjalan di koridor maupun kamar saya, saya melihat pegangan di mana-mana. Dalam aktivitas sehari-hari, saya merasa bahwa pegangan yang dipasang sangat bermanfaat. Melihat pemasangan pegangan bagi yang membutuhkan, saya merasa makin tenang. Banyak saudara se-Dharma kita yang telah lanjut usia. Selain kaum lansia yang hidup sebatang kara atau hanya hidup bersama pasangannya, kita juga harus memperhatikan saudara se-Dharma kita.
“Ada seorang relawan konsumsi kita, Kakak Jiu-mei, yang telah berusia 84 tahun. Berhubung dia pernah terjatuh, kita pun memasang pegangan untuknya. Pada hari kami berkunjung, sambil berdiri di atas alas antiselip, dia berkata bahwa dia merasa sangat tenang. Satu tangannya berpegang pada pegangan dan tangan lainnya mengacungkan jempol. Dia bersyukur atas perhatian Master terhadap muridnya,” kata Cai Ming-ang, relawan Tzu Chi.
“Setelah pegangan dipasang, saya bisa mandi dengan lebih cepat. Hari ini, saya ingin menggenggam jalinan jodoh ini untuk bersyukur kepada Master secara langsung. Berkat Master yang mendirikan Tzu Chi, kami berkesempatan untuk menjalin jodoh baik dengan orang banyak. Tubuh kami sehat karena sering menjalankan Tzu Chi. Makin bersumbangsih, kami makin sehat. Saya mendoakan Master,” kata Zheng Lin Dong-mei, relawan Tzu Chi.
Saat ini, kita semua telah lanjut usia. Saya hanya berharap kalian dapat menjaga kesehatan diri sendiri dan memperhatikan satu sama lain. Jika hanya mengasihi diri sendiri, kita akan menghadapi kesendirian dan penyakit suatu hari nanti. Kita harus saling mengasihi agar selalu ada saudara se-Dharma yang mendampingi.
“Kakak Zhi-mei sangat bersyukur pada relawan kita yang memasang pegangan untuknya sehingga keselamatan dirinya yang hidup sendirian makin terjaga. Setiap kali pergi untuk berjalan-jalan, jika melihat kardus dan botol plastik, beliau selalu mengumpulkannya dan mengantarkannya ke titik daur ulang di rumah saya. Beliau juga aktif dalam kegiatan Tzu Chi,” kata Liu Jiang-qiong-yao, relawan Tzu Chi.

Interaksi di antara saudara se-Dharma membuat saya merasa bahwa saudara se-Dharma tak kalah dari saudara sedarah. Selain itu, kita bisa memiliki saudara se-Dharma yang tak terbatas jumlahnya. Sebagai Bodhisatwa dunia, kita memiliki kesatuan hati dan tekad. Saudara kandung pun belum tentu memiliki kesatuan hati dan tekad. Kita adalah saudara se-Dharma. Jadi, mari kita menghargai satu sama lain.
Mendengar bagaimana kalian menjaga relawan lansia, menjaga relawan yang kesehatannya kurang baik, dan mengasihi mereka, saya sangat tersentuh. Saya merasa bahwa semua orang mengasihi orang yang ingin saya kasihi. Ketika saya tidak dapat mencurahkan cinta kasih ataupun membantu mereka secara langsung, kalian semua bekerja sama untuk menggantikan saya melakukannya.
Tidak peduli betapa teriknya matahari dan betapa kencangnya tiupan angin, kalian selalu bersumbangsih secara nyata sesuai jadwal yang telah ditentukan. Meski harus menghadapi ujian dari alam, seperti tiupan angin kencang, terik matahari, dan guyuran hujan, kalian tetap bersumbangsih dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, kalian memperoleh banyak pencapaian.
Banyak orang yang tersentuh melihat sumbangsih kalian. Segala tindakan kalian menunjukkan nilai budaya humanis Tzu Chi. Budaya humanis Tzu Chi bukan hanya ada di Da Ai TV. Segala tindakan kalian membawa kehangatan bagi umat manusia dan dunia ini. Jadi, sumbangsih kalian sungguh berkualitas.
Mempromosikan pelestarian lingkungan dan pencegahan bencana dalam acara Festival Lampion
Rela bekerja keras dan melakukan praktik nyata
Menghadapi ujian untuk bersumbangsih dan melindungi saudara se-Dharma
Saling mendukung dengan kesatuan hati dan tekad
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 12 Maret 2025
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 14 Maret 2025